Internasional

Indonesia Kecam Upaya Pengeboman Terhadap Masjidil Haram

Indonesia Kecam Upaya Pengeboman Terhadap Masjidil Haram
Lokasi pengebom bunuh diri yang diduga menargetkan Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (23/6). (republika.co.id)
Sabtu, 24 Juni 2017 21:48 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia mengecam rencana aksi serangan bom bunuh diri terhadap Masjidil Haram, di Makkah, Arab Saudi pada Jumat, (23/6).

Rencana aksi teror berhasil digagalkan. Pelaku sempat melakukan perlawanan terhadap aparat keamanan dan meledakkan diri di rumah tempat persembunyiannya. Insiden tersebut sedikitnya melukai 11 orang termasuk lima petugas polisi Arab Saudi dan meruntuhkan bangunan tempat pelaku bersembunyi.

Kementerian Luar Negeri Indonesia melalui siaran resmi yang dikeluarkan Sabtu (24/6) menyatakan, tidak terdapat laporan adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Namun, bagi WNI di Arab Saudi yang membutuhkan bantuan KBRI atau KJRI untuk dapat menghubungi nomor Hotline KBRI Riyadh di +966 56 888 1945, atau Hotline KJRI Jeddah di +966 58 178 1945.

Pihak kementerian melalui KBRI dan KJRI terus melakukan pemantauan situasi di Makkah.

Targetkan Masjidil Haram

Kementerian Dalam Negeri Saudi menyebut, teror rencananya akan dilakukan di tiga lokasi.

Dilansir dari Arab News, Sabtu (24/6), salah satu lokasi ada di Jeddah dan dua lain di Makkah. Lokasi pertama ada di lingkungan Asilah, sedang yang kedua ada di Ajyad Al Masafi yang ada di sekeliling area tengah Masjidil Haram.

Satu lokasi ada di rumah bertingkat tiga yang berisi pelaku bom bunuh diri. Ketiga pasukan keamanan mulai melakukan penyergapan, pelaku sempat menolak seruan untuk menyerah dan melawan dengan tembakan.

Tembakan perlawanan terus dilakukan sebelum meledakkan diri sendiri, yang membuat pelaku meninggal dan bangunan itu runtuh. Kejadian itu melukai enam ekspatriat yang dibawa ke rumah sakit, serta lima petugas dengan luka ringan.

Kabarnya, penggerebekan itu menangkap lima orang, termasuk satu orang di antaranya wantia. Otoritas keamanan masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti di lokasi ledakan dan memverifikasi identitas pelaku bom bunuh diri itu.

Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menegaskan, bahwa jaringan teroris bermaksud melanggar keamanan Masjidil Haram. Sebelum kejadian, petugas keamanan pada Jumat (23/6) pagi telah menangkap seorang buron yang ada di lingkungan Al Asilah di timur Makkah.

Penangkapan awal itu menuntut pasukan ke Ajyad Al Masafi, di belakang Hotel Al Safwa. Di Jeddah, seorang teroris ditangkap intlelijen umum usai Pasukan Khusus melakukan pengejaran, dan baru tertangkap di sebuah pom bensin di Jeddah.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa
wwwwww