Solok Selatan dan Pasaman Barat akan Keluar dari Kategori Daerah Tertinggal Tahun 2019, Mentawai 3 Tahun Lagi

Solok Selatan dan Pasaman Barat akan Keluar dari Kategori Daerah Tertinggal Tahun 2019, Mentawai 3 Tahun Lagi
Senin, 19 Juni 2017 04:47 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
SUNGAI PAGU- Sumatera Barat masih memiliki daerah tertinggal, yaitu Solok Selatan, Pasaman Barat dan Mentawai. Namun tahun 2019 mendatang, Solok Selatan akan sejajar dengan kabupaten lainnya dan keluar dari kategori daerah tertinggal, namun Mentawai butuh waktu 2 sampai 3 tahun lagi mengingat minimnya infrastruktur di daerah tersebut.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam arahan pada Kunjungan Tim Safari Ramadhan Provinsi Sumatera Barat di Masjid Al Mukarrahmah IV Jorong Kecamatan Sungai Pagu Solok Selatan,  Jumat malam (16/6/2017).

Dikatakannya, Pemkab Solok Selatan (Solsel) telah mendapat penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berarti laporan hasil pemeriksaan telah sesuai dengan standar akutansi pemerintah yang amanahkan undang-undang.  Dengan penilaian WTP ini setahap lagi Solsel keluar dari kategori daerah tertinggal dan menunggu hasil evaluasi tim diakhir masa jabatan Presiden Joko Widodo.

Wagub Nasrul Abit menerangkan, ada 27 indikator yang mesti dipenuhi sebuah daerah untuk lepas dari kategori daerah tertinggal, mulai dari sarana pendidikan, pelayanan kesehatan, sanitasi hingga sampai indeks sumberdaya manusianya.

''Melihat kondisi hari ini Solok Selatan dan Pasaman Barat akan mampu keluar dari kategori daerah tertinggal pada tahun 2019,'' jelasnya.

Sementara Kabupaten Mentawai masih butuh waktu minimal 2-3 tahun lagi agar dapat keluar dari kategori daerah tertinggal mengingat masih minimnya sarana dan prasaran di kabupaten baik sarana jalan, persoalan air besih dan lain-lain. ''Tapi kita yakin Bupati Mentawai yang masuk pada periode kedua ini, bersama perangkat daerah serius untuk melakukan berbagai terobosan untuk memenuhi 27 indikator daerah tertinggal tersebut,'' ungkapnya

Tour de Singkarak 2017, tambahnya, menjadi salah satu pendorong percepatan pembangunanSolsel. Solsel telah masuk daerah yang dilalui, namun yang khawatir adalah jalan dari Solok menuju Solok Selatan ini sejauh 55 km yang rusak dan berlobang.

''Kita sudah sampaikan ke pihak Balai PU karena ini termasuk jalan nasional, akan disegerakan untuk perbaikan dan perawatan jalan,'' tutupnya. (zar/rls)
loading...
wwwwww