Dapat Restu dari DPP Gerindra, La Nyalla Kian Mantap Maju Pilgub Jatim

Dapat Restu dari DPP Gerindra, La Nyalla Kian Mantap Maju Pilgub Jatim
Istimewa.
Senin, 19 Juni 2017 21:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Posisi Partai Gerindra tidak mendukung adanya calon tunggal semakin tegas . Bahkan salah satu petinggi DPP Partai Gerindra sudah memberikan sinyalemen akan mengusung lawan tanding Saifullah Yusuf di Pilgub Jatim 2018 nanti.

Wakil Ketua umum DPP Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengatakan tidak sepakat dengan wacana pilgub Jatim nanti diikuti hanya satu calon gubernur saja. Menurutnya, meski hubungan dengan Saifullah Yusuf juga baik, tapi Partai Gerindra akan mencari alternative lain untuk pilgub Jatim 2018 nanti.

"Propinsi segede ini buat calon tunggal kurang tepat. Ada yang salah kalau Jawa Timur hanya mengusung calon tunggal,” tegas Ferry, saat hadir dalam acara buka puasa bersama di kantor KADIN Jatim, Senin (19/6/2017).

Menurut Ferry, Partai Gerindra sangat menghormati semangat dari Ketua Kadin Jatim, La Nyalla M Mattalitti yang mau maju di pilgub Jatim ini. hal ini adalah sesuatu yang penting, ada orang yang punya keberanian untuk mengabdi kepada masyarakat, supaya tidak terpaku pada sosok yang itu-itu saja.

"Sosok La Nyalla sendiri, bagi Gerindra bukan orang lain. Jasa beliau ini terhadap Pak Prabowo saat pemilu presiden itu luar biasa besar," ungkap Ferry.

La Nyalla dikenal cukup dekat dengan Prabowo Subianto, Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Terbukti pada saat pilpres 2009 La Nyalla ikut membantu pemenangan pasangan Megawati-Prabowo (Mega-Pro). Kemudian Pilpres 2014, La Nyalla juga ikut andil mendulang suara untuk pasangan Prabowo-Hatta.

"Oleh karena itu, saya datang kesini gantian untuk memberi dukungan moril kepada pak La Nyalla. Amanat pak Prabowo kepada kita, pesannya selalu jangan lupa terhadap jasa dan kebaikan orang yang telah membantu kita. Jadi saya kesini sengaja hadir untuk menguatkan dukungan Gerindra untuk Pak La Nyalla," papar Ferry dengan gamblang.

Selain itu, DPP Partai Gerindra mengaku sudah mempelajari 2 periode atau 10 tahun kepimpinan Soekarwo-Saifullah Yusuf sudah cukup berhasil memimpin Jawa Timur. Seperti masalah listrik, fasilitas pendidikan dan kesehatan. Namun hasil survey menyebutkan, Jawa Timur sekarang dan ke depan, ada masalah yang serius.

Pertama adalah masalah pengendalian harga kebutuhan pokok karena ternyata inflasinya tinggi bahkan tidak terkendali. Rakyat Jatim banyak membeli kebutuhan pokok sangat tinggi, sedangkan pada saat yang sama daya beli mereka turun. Yang kedua, rakyat jatim butuh ketersediaan lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran.

"Dua masalah besar di Jawa Timur ini, menurut saya perlu sosok pak La Nyalla yang punya pengetahuan tentang ekonomi dari hulu hingga hilir," cetusnya.

Ditambahkan Ferry, kemampuan La Nyalla terhadap pengetahuan entrepreneurship atau kewirausahaan sudah cukup teruji sejak aktif sebagai ketum HIPMI Jatim dan sekarang Ketua Kadin Jatim.

"Diharapkan konsep pak La Nyalla dengan pasangannya nanti untuk Jawa Timur adalah menyikapi dua masalah itu," usulnya.

Ia menceritakan, pengalaman di Pilkada DKI Jakarta belum lama ini. Dimana kekuatan dari kemenangan Anies- Sandi dalam pilkada DKI Jakarta kemarin adalah hasil dari menangkap, mendengarkan serta memberikan jawaban atas permasalahan di tengah-tengah masyarakat.

"Jawa timur ini, hasil surveynya ternyata permasalahan yang besar adalah pengendalian harga pokok dan penyediaan lapangan kerja yang kurang, ini tugas pemimpin Jatim ke depan bila ingin dipilih rakyat," sebutnya.

Gerindra sendiri, dalam dinamika politik Jatim juga akan tetap membangun pembicaraan dengan partai-partai lain. Mengingat Gerindra Jatim memiliki 13 kursi yang tidak bisa mengusung calon sendiri.

"Beberapa partai sudah menjalin komunikasi adalah PKS, PAN bahkan Perindo siap ikut bergabung meski belum punya suara,” ujar Ferry. 

Semangat Gerindra, kata Ferry, adalah mendorong kader sendiri untuk maju pilgub Jatim. Seperti Halnya Rapimda Gerindra Jatim yang mengusulkan nama Supriyanto sebagai calon Gubernur. Namun Gerindra pasti harus realistis mendukung calon yang punya potensi menang. Termasuk menakar nama Khofifah Indar Parawansa.

"Kalau bu Khofifah bisa mendapatkan izin dari Presiden dan dipasangkan bersama Pak Nyalla, saya jamin menang. Soal siapa jadi gubernur dan wakil gubernurnya, nanti tergantung kesepakatan bersama," ucapnya serius. ***

wwwwww