Bacawako Alkudri yang Pertama Ambil Formulir Penjaringan di DPC PPP Kota Padang

Bacawako Alkudri yang Pertama Ambil Formulir Penjaringan di DPC PPP Kota Padang
Bacawako Alkudri mengambil formulir pendaftaran cawako di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang diterima Sekretaris Fri Fatria dan pengurus lainnya, Sabtu (17/6/2017).
Senin, 19 Juni 2017 14:35 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG - Bakal calon walikota (Bacawako) Alkudri mengambil formulir pendaftaran penjaringan cawako di kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Padang, Sabtu (17/6/2017). Saat pengambil formulir pendaftaran, Alkudri diterima Sekretaris DPC PPP Kota Padang, Fri Fatria. Alkudri merupakan bacawako yang pertama mengambil formulir pendaftaran di partai berlambang Ka'bah tersebut.

"Benar, Alkudri cawako yang pertama mengambil formulir pendaftaran di PPP. Calon lain baru sebatas komunikasi via telepon," kata Maidestal Hari Mahesa, Ketua DPC PPP Kota Padang ketika dihubungi lewat selulernya, Minggu (18/6/2017).

Maidestal mengatakan, untuk pilkada Kota Padang 2018, partainya sudah membuka pendaftaran penjaringan bacawako sejak 12 Juni lalu. Sementara, pengembalian formulir pendaftaran bisa dikembalikan setelah lebaran.

Dalam melakukan penjaringan bacawako, PPP membentuk tim penjaringan yang terdiri dari sembilan anggota. "Tim penjaringan inilah nantinya yang bekerja menyeleksi bacawako yang telah mendaftar," tegas Esa.

Bagi Alkudri, mengambil formulir di PPP membuktikan keseriusan tokoh muda Pauh ini untuk bersaing di pilkada Kota Padang. Sebab, sebelumnya pengusaha properti sudah mendaftar di Partai Nasdem. Bahkan, saat mendaftar ke Partai Nasdem, Alkudri didukung lima Ketua KAN dan dibuktikan langsung dengan mengantar ke DPD Partai Nasdem Padang.

"Keinginan maju di pilkada sudah kuat. Saya hanya ingin agar pembangunan merata untuk mencapai tujuan tersebut saya harus merebut kekuasaan," ungkap Wasekjen Peremajaan Kota DPP REI ini.

Penggagas PADANG HEBAT ini menilai bahwa Kota Padang belum "merdeka" terutama di daerah pinggiran. Belum adanya pembangunan yang merata dilihat dari masih banyaknya daerah pinggiran terutama Kuranji, Pauh dan Koto Tangah yang infrastruktur jalannya belum dibangun.

"Jalan di Kuranji, Pauh dan Koto Tangah banyak yang berlobang, ini menandakan pembangunan belum merata. Belum lagi infrastruktur lainnya. Untuk perbaikan Kota Padang ke depan menjadi dasar saya merebut kekuasaan," tukas Alkudri.(***)


wwwwww