Soal UN SMP 2018 Berupa Esai

Soal UN SMP 2018 Berupa Esai
Ilustrasi siswa SMP mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. (tempo.co)
Kamis, 15 Juni 2017 16:14 WIB
JAKARTA - Soal Ujian Nasional (UN) tingkat SMP pada 2018 tidak lagi berupa pilihan ganda, melainkan esai.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menganggap soal berupa esai tersebut dapat mengukur kemampuan kognitif siswa lebih mendalam serta mengukur ketuntasan belajar siswa.

"Kami berusaha, mulai tahun depan soal UN tidak lagi pilihan ganda. Sehingga dapat mengukur level kognisi siswa lebih mendalam," ujar Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 15 Juni 2017, seperti dikutip dari tempo.co.

Melalui soal UN yang esai, lanjut dia, juga dapat mengukur ketuntasan belajar siswa. Meskipun saat ini, baik guru maupun siswa belum sepenuhnya menyadari bahwa UN dapat mengukur ketuntasan belajar siswa.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, ketuntasan belajar tidak hanya diukur melalui nilai namun proses yang harus dicapai siswa.

Dalam konferensi pers mengenai evaluasi pelaksanaaan UN SMP Tahun 2017 itu juga dijelaskan jumlah satuan pendidikan yang mengikuti UNBK (Ujian Nasional Bebasis Komputer) untuk jenjang SMP yakni sebanyak 8.879 Sekolah Menengah Pertama, 1.970 Madrasah Tsanawiyah, 198 SMP terbuka, serta 693 PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

UNBK SMP diikuti oleh 1.349.744 siswa. Meskipun demikian, dari segi persentase sekolah dan siswa UNBK jenjang SMP masih lebih rendah dari jenjang di atasnya, yakni 32 persen, karena jumlah siswa SMP/MTs jauh lebih banyak. Peserta ujian nasional jenjang SMP yang dilayani dengan kertas dan pensil (UNKP) sebanyak 2.855.633 siswa.

Nizam menjelaskan pada pelaksanaan UN SMP pada tahun ini, relatif sepi dari isu tentang kebocoran dan kecurangan pelaksanaan UN. Indeks Integritas UN (IIUN) meningkat sebesar 8,31 poin. Namun untuk nilai rata-rata UN SMP mengalami penurunan sebanyak 4,36.

Namun demikian, sekolah-sekolah yang dulu telah mengikuti UNBK dan tahun ini tetap menggunakan UNBK tidak menunjukkan penurunan yang signifikan, justru reratanya pada mata pelajaran Matematika mengalami peningkatan. Demikian pula sekolah yang tahun lalu memiliki IIUN tinggi dan tahun ini tetap tinggi indeksnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Sementara sekolah yang dulunya bermasalah, dengan IIUN rendah dan tahun ini beralih ke UNBK cenderung mengalami penurunan signifikan.***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Pendidikan
wwwwww