Home  /  Berita  /  GoNews Group
Religi

Menangis Dengar 2 Orang Baca Syahadat, Anak Pemuka Agama Asal NTT Ini Memutuskan Jadi Mualaf

Menangis Dengar 2 Orang Baca Syahadat, Anak Pemuka Agama Asal NTT Ini Memutuskan Jadi Mualaf
Domingus Roudolsifa alias Muhammad Arfan. (merdeka.com)
Rabu, 14 Juni 2017 14:49 WIB
JAKARTA - Nama aslinya Domingus Roudolsifa. Namun setelah masuk Islam pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini mengganti namanya jadi Muhammad Arfan.

Sebelum menjadi Muslim, Domingus sangat kagum melihat akhlak baik dan dermawan ustaz Syamsul Arifin Nababan.

Domingus bercerita sebelum mualaf dia bekerja sebagai buruh bangunan di NTT. Suatu waktu dia bertemu dengan seorang ustaz yang sikapnya baik dan santun. Ustaz itu juga dermawan tak cuma ke sesama muslim tapi juga kepada nonmuslim.

Domingus tertegun melihat sikap ustaz tersebut. Cara bicara dan memperlakukan orang begitu baik, sedangkan selama ini dia berkelakuan buruk. Sampai suatu hari, dirinya melihat ada dua orang masuk Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat.

''Di situ saya menangis mendengar kalimat dua kalimat syahadat. Dalam pikiran saya apa makna dari syahadat,'' kata Domingus kepada merdeka.com, di pondok pesantren Mualaf An Nabba center, Ciputat, Senin (12/6).

Dia terus memiikirkan akhlak baik ustaz dan ingin menjadi mualaf. Kemudian Domingus bercerita kepada mandornya soal keinginanya tersebut. Mandornya itu menanyakan kesungguhannya. Dia meyakinkan mandornya bahwa bersungguh-sungguh ingin menjadi mualaf.

Sang mandor menyarankan agar keputusan itu diceritakan kepada kedua orangtuanya. Tak menunggu waktu lama dia pulang ke kampung halaman dan menyampaikan keinginannya. Orangtuanya sangat terkejut. Terlebih lagi ibunya merupakan seorang pemuka agama (pendeta).

''Alhamdulillah walau kaget mereka menyetujui,'' ucap pemuda 20 tahun itu.

Tapi dia tidak langsung mengucapkan dua kalimat syahadat. Mandornya yang butuh keyakinan menanyakan langsung kepada kedua orangtua Domingus. Kedua orangtuanya mengiyakan bahwa mereka menyetujui anaknya pindah agama.

Kemudian, mandor itu memberitahukan niat Domingus kepada ustaz Nabababan. Ustaz Nababan memfasilitasi Domingus ke Jakarta untuk bersyahadat dan tinggal di pondok pesantren An Nabba.

Sesampainya di pondok, dia syahadat. Menurutnya setelah mengucapkan syahadat hatinya terasa tenang. Beban-beban yang ada dipikirannya hilang dan mulai belajar Islam lebih mendalam. Dia lalu berganti nama menjadi Muhammad Arfan.

''Alhamdulillah awalnya saya belajar Iqro, saya awalnya melihat Iqro itu saya pusing,'' kata anak pertama dari enam bersaudara.

Dengan menjadi mualaf dia berharap bisa berperilaku baik. Sebab selama ini dia anak yang kerap kali melawan kepada orangtua. Bahkan dia pernah meracuni ibunya. Dia tak pernah berkata baik kepada keluarganya. Dalam seminggu bisa sampai tiga kali membuat keluarganya menangis dengan perilakunya itu.

Saking buruknya ibunya menjuluki Domingus sebagai anak dajal. Sebelum berangkat ke Jakarta pun dia mengaku sempat membuat nangis ibu dan adiknya. Malah adiknya sampai dia tendang dadanya. Masalahnya sepele karena bajunya dipakai oleh si adik. Kini dia pun menyesal atas perbuatannya kepada keluarganya itu. Suatu hari dia ingin bersimpuh meminta maaf kepada orangtuanya.

Saat ini dia merasa perilakunya sudah mulai ada perubahan. ''Mulai masuk Islam perilaku saya udah mulai berubah walau belum 100 persen,'' tuturnya.

Dia pun sudah nyaman tinggal di pondok pesantren dan menganggap sebagai surga karena begitu tenang dan damai.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Umum

GoSumbar.com Kisah Mualaf Profesor Matematika, Bersyahadat Setelah Baca Surat Az-Zariyat Ayat 52-53
GoSumbar.com Mantan Tentara AS Ini jadi Mualaf Gara-gara Kepincut dengan Fotografer Wanita Indonesia
GoSumbar.com Kisah Mualaf Santiago, Pria Tampan Asal Ekuador yang Bersyahadat di Bandung karena Kumandang Azan
GoSumbar.com Kisah Mualaf Ornella, Mahasiswi Teknik Sipil yang Bersyahadat Setelah Baca Buku Rahmatan Lil Alamin
GoSumbar.com Kisah Mualaf Caroline, Pekerja Bar yang Bersyahadat Saat Pandemi Corona, Kini Jadi Penjahit Jilbab
GoSumbar.com Kisah Karima Menjadi Muslimah, Bermula dari Tugas Kelompok Meneliti Perayaan Idul Adha
GoSumbar.com Kisah Natalia Iriani, Bersyahadat Setelah Mantap Meyakini Nabi Isa Hanyalah Utusan Allah
GoSumbar.com Kisah Mualaf Jaksa Farai Museta, Bermula dari Guru Ateis yang Mendorongnya Berpikir Kritis
GoSumbar.com Kisah Mualaf Uskup Agung yang Menggemparkan, Rumahnya Dibom Saat Ibadah Haji dan 3 Bayinya Terbunuh
GoSumbar.com Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
GoSumbar.com Kisah Greta, Bersyahadat di Usia Senja Setelah Saksikan Putrinya Sujud
GoSumbar.com Kisah Mualaf Lisha, Mantap Bersyahadat Setelah Tak Sengaja Telepon Imam Besar Masjid
GoSumbar.com Kisah Stanislas, Pembenci Islam yang Bersyahadat Setelah Ikuti Debat Antaragama, Kini Menjadi Dai
GoSumbar.com Bersyahadat Setelah Penembakan Masjid, Tracy Diundang Raja Salman ke Tanah Suci
GoSumbar.com Jahnke Pelajari Islam dan Bersyahadat Setelah Mimpi Bertemu Pria Tampan di Gurun
GoSumbar.com Kisah Mualaf Jameela, Bersyahadat karena Lihat Muslim Disiplin Shalat Lima Waktu
GoSumbar.com Tertegun Baca Surat Al Ikhlas, Ku Wie Han Putuskan Bersyahadat dan Kini Jadi Ustaz
GoSumbar.com Kagumi Ajaran Islam yang Mengatur Seluruh Aspek Kehidupan, Zan Christ Putuskan Bersyahadat
wwwwww