TNI dari Kodim 0304 Agam Segera Luncurkan Program Lampu Hemat Energi Lentera Untuk Masyarakat Kurang Mampu di Agam

TNI dari Kodim 0304 Agam Segera Luncurkan Program Lampu Hemat Energi Lentera Untuk Masyarakat Kurang Mampu di Agam
Workshop program listrik dari TNI untuk masyarakat kurang mampu di wilayah Kodim 0304 Agam bersama Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara dan Penemu Limar Ujang Koeswara di Makodim 0304 Agam.
Minggu, 11 Juni 2017 00:17 WIB
Penulis: Jontra
BUKITTINGGI - Sebuah program penerangan segera akan dilaksanakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menerangi sebanyak 717 Kepala Keluarga (KK) di wilayah Kodim 0304/Agam yang hingga saat ini masih belum memiliki penerangan listrik.

Daerah yang akan mendapat lampu hemat energi tersebut antara lain, Kecamatan Palembayan, Palupuah, Malalak dan Lubuk Basung.

Dalam menyelesaikan program ini, Kodam Bukit Barisan lewat Kodim 0304/Agam menggandeng Ujang Koswara, si penemu lampu Listrik Mandiri Masyarakat (Limar).

Lewat sebuah sosialiasi dan workshop bertema Lamtera Program Bukit Barisan Bersinar yang diadakan pada Jum’at 9 Juni 2017. Ujang Kosmara mengajarkan para Bintara Pembina Desa (Babinsa) cara menggunakan Limar untuk diterapkan di rumah-rumah penduduk yang belum mempunyai aliran listrik di era globalisasi ini.

Komando Distrik Militer 0304/Agam segera memasang lampu hemat energi untuk warga Agam yang selama ini masih dalam kegelapan saat malam tiba.

Kegiatan ini dinamakan LENTERA (Program Lampu Hemat Energi Tentara Rakyat) dimana kegiatan ini diadakan masing-masing nagari di Kabupaten Agam. Program ini mendapat antusias warga terutama yang belum dapat menikmati fasilitas listrik.

Sosialisasi dan workshop program lentera tersebut diadakan di Aula Makodim 0304/ Agam, Jumat 9 Juni 2017, yang dihadiri langsung oleh Danrem 032 Wirabraja Sumbar, Brigjen TNI Bakti Agus Fadjari, Bupati Agam, Indra Catri, Dandim 0304 Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara, Kasdim Mayor Inf Indra Jaya, Danramil dan Pasi di wilayah Makodim 0304 Agam dan para Wali Nagari Kabupaten Agam serta perwakilan warga masyarakat.

Program LENTERA ini merupakan Program Hemat energi untuk rakyat tidak mampu bantuan Pangdam IM  dari 100 set Listrik Mandiri Rakyat  (LIMAR) kepada masyarakat terpencil yang belum  ada aliran arus listrik di wilayah Provinsi Sumatera Barat. Khusus di Wilayah Agam akan fipusatkan di tiga wilayah tersebut.

Dandim 0304/ Agam, Letkol Kav Salim Kurniawan Dewantara, Sabtu 10 Juni 2017 menyampaikan, program Lentera itu dikhususkan bagi warga yang belum pernah mendapatkan suplai arus listrik. Menurutnya, lampu hemat energi tersebut dioperasikan dengan tenaga baterai atau accu, dan penggunaannya sangat sederhana dan murah. Sebelumnya para Babinsa di jajaran Kodim 0304/ Agam juga telah melaksanakan pendataan desa mana saja uang belum terlayani aliran listrik dan diprioritaskan kepada warga tidak mampu.

“Program hemat energi ini menggunakan tenaga accu atau baterai yang bisa menerangi sampai satu bulan dengan menggunakan lima bola lampu khusus (LIMAR) bertegangan 12V / 5Watt yang bisa tahan sampai 8 tahun yang mulai dihidupkan dari malam sampai pagi. Setiap bulannya warga hanya mengeluarkan biaya 20 ribu rupiah, untuk menambah daya baterai,” ungkap Salim.

Tentu saja, harapan kami program Lentera ini dapat membantu masyarakat, sehingga malam harinya mereka sudah dapat menikmati penerangan. Hanya saja, ini diperuntukkan khusus membantu penerangan dan tidak dapat dipakai untuk menyalakan televisi, kulkas dan barang elektronik lainnya.

Ujang Koswara sebagai salah seorang ilmuwan Indonesia yang telah memperoleh gelar Doktor Honoriscausa lantaran telah menemukan sekitar 70 penemuan baru dalam kelistrikan juga turut hadir dalam workshop itu.

Penemu Listrik Mandiri Rakyat (Limar) Ujang Koswara mengatakan, penggunaan Limar jauh lebih hemat dibanding penggunaan lampu minyak tanah.

Penggunaan Limar juga lebih aman, katanya ketika menjelaskan temuannya itu yang beberapa waktu lalu telah diterapkan di berbagai daerah di Pulau Jawa.

Menurut Ujang Koswara, penemuan Limar berawal ketika keponakannya mau mengikuti ujian nasional, ketika itu minyak tanah langka padahal sang ponakannya mau belajar.

"Saat itu, sebuah telepon genggam terlihat dilengkapi senter. Mungkin ada keajaiban dari yang maha kuasa, hingga saya tertarik mempelajari bagaimana sebuah HP dilengkapi senter. Dari situ saya kembangkan dan akhirnya jadi seperti sekarang ini," ungkapnya.

Dikatakan juga oleh Ujang, bahan bakunya sangat sederhana, cukup satu unit baterai (Accu) yang dilengkapi material lain, untuk setiap unit rumah, dilengkapi lima unit mata lampu lengkap dengan accu-nya.

"Bila Accu tersebut soak, bisa diisi kembali. Biayanya hanya Rp 2000 untuk sekali isi. Untuk pengisian dilakukan di tempat yang telah ditentukan," ujarnya.

Accu tersebut, diisi daya setiap bulan, karena itulah jika dibandingkan penggunaan minyak tanah akan jauh berbeda, terlebih minyak tanah juga sering langka.

Selain Limar, Ujang Koswara juga memperkenalkan teknologi kompor hemat energi yang diberi nama Kompor Sakti yang menggunakan limbah berbagai jenis, termasuk limbah dedaunan sebagai bahan baku pemanas.

Ujang pada kesempatan tersebut juga memperkenalkan penggunaan teknologi gas elpiji untuk sepeda motor yang mampu menjelajah hingga 600 kilometer per tabung 12 Kg.

Selain untuk sepeda motor, teknologi yang menggunakan gas elpiji tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk perahu motor. Ini penting untuk mencegah nelayan yang melaut kehabisan bensin.

Untuk kelanjutan penggunaan teknologi tepat guna ini kita akan berikan bagi warga Sumatera Barat yang membutuhkan, pungkasnya. (**)

wwwwww