Home > Berita > Umum

Nak Tengok Festival Bakar Tongkang, Setya Novanto Diminta Warga Perbaiki Jalan di Bagansiapiapi

Nak Tengok Festival Bakar Tongkang, Setya Novanto Diminta Warga Perbaiki Jalan di Bagansiapiapi
Dok. DPR RI.
Minggu, 11 Juni 2017 22:43 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Disaat berkunjung ke Kota Bagansiapiapi Rokan Hilir Riau, Setya Novanto sempat dialog dengan beberapa warga. Salah satu dari permintaan masyarakat, adalah soal kondisi jalan lintas di Bagansiapiapi yang sampai saat ini masih tak kunjung bagus.

Hal ini diungkapkan Ketua DPR RI Setya Novanto, pada saat melihat acara festival Bakar Tongkang, Minggu (11/06/17), sore.

"Saya menghadiri acara silaturahim bersama Jajaran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dan tokoh masyarakat. Acara dihadiri sekitar tiga ratus undangan. Setelah disambut dengan upacara adat, kami melakukan dialog seputar kondisi Kabupaten Rokan Hilir maupun kondisi bangsa dan negara. Dalam dialog, warga meminta jalan lintas nasional Bagansiapiapi yang di beberapa bagian masih kurang bagus, agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat," ujar Setya Novanto melalui siaran persnya yang diterima GoNews.co, Minggu malam.

Terlebih lagi kata dia, di Bagansiapiapi ada festival budaya Bakar Tongkang yang dilakukan setiap tahun di bulan Juni. Untuk itulah sepatutnya perbaikan insfratuktur perlu diperhatikan. Namun Novanto sendiri tidak menjelaskan apa yang akan ia lakukan dengan permintaan warga tersebut.

Setelah melakukan dialog dan ramah tamah dengan jajaran Pemkab Rokan Hilir beserta Tokoh Masyarakat, Setnov pun diajak untuk memeriahkan acara Festival Budaya Bakar Tongkang Bagansiapiapi yang dilakukan sore itu juga.

"Sebelumnya, dari dialog dengan warga, saya mendapatkan informasi bahwa Festival Budaya Bakar Tongkang dilakukan untuk memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi pada tahun 1820an," paparnya.

Jadi menurutnya, ritual atau upacara bakar tongkang merupakan simbol bahwa masyarakat Tionghoa di Bagansiapiapi tak akan kembali lagi ke tanah leluhur dan berjanji untuk mengembangkan diri di Indonesia.

"Bahagia bisa berkesempatan ikut arak-arakan ke tempat pembakaran Tongkang, bersama hampir lima ribu wisatawan dan peserta yang hadir. Acara sungguh meriah," paparnya.

Festival kebudayaan seperti ini kata dia, telah menjadi kekayaan nasional. Semangat kebersamaan dalam arak-arakan menunjukan bahwa meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu Indonesia.

"Selain menunjukan semangat persatuan, festival kebudayaan seperti ini mampu menarik kehadiran wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Tak kurang sekitar lima ribu orang memadati festival ini. Karena itu, mari kita jaga berbagai kekayaan budaya dan adat istiadat yang ada di berbagai daerah. Kebudayaan merekatkan kita sebagai bangsa, bukan justru memecah belah," pungkasnya. ***

wwwwww