Internasional

Jamaah Umrah Qatar Dilarang Masuk Masjidil Haram

Jamaah Umrah Qatar Dilarang Masuk Masjidil Haram
Kakbah. (int)
Minggu, 11 Juni 2017 11:01 WIB
DOHA - Krisis dipolmatik antara Saudi Arabia dengan Qatar berimbas pula pada kegiatan ibadah. Otoritas Arab Saudi melarang warga negara Qatar yang melakukan umrah masuk ke Masjidil Haram di Makkah.

Komisi Hak Asasi Manusia Nasional Qatar (NHRC) menerima keluhan dari warga Qatar yang menyebutkan jamaah umrah asal Qatar masuk ke Masjidil al-Haram di Makkah. Hal ini ditulis dalam artikel di koran Qatar Al Sharq.

Kepala NHRC Ali bin Smaikh al-Marri menyebut insiden ini kekerasan mencolok terhadap HAM untuk menjalankan kegiatan keagamaan. Pasalnya, hak semua umat Muslim untuk masuk ke dalam tempat tersuci itu.

''NHRC sangat mengecam tindakan ini, pasalnya ini adalah pelanggaran hak untuk melakukan ritual keagamaan yang dijamin oleh konvensi hak asasi manusia,'' tuturnya, seperti dilansir dari Aljazeera, Minggu (11/6).

Selain itu, otoritas Saudi juga biasanya tidak mempertanyakan dari mana orang-orang yang memasuki Masjidil Haram ini berasal.

Sejak pemutusan hubungan diplomatik dilakukan Arab Saudi cs, Qatar semakin dikucilkan. Tak hanya hubungan diplomatik, perdagangan pun diputuskan dengan Qatar.

Pemutusan hubungan ini disebutkan lantaran Qatar mendukung kelompok teroris, seperti Hamas dan Hizbullah. Tak hanya itu, kedekatan Qatar dengan Iran pun membuat negara di Liga Arab berang.

Qatar sendiri membantah keras tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya, pemerintah menyebutkan malah menyerang apa yang disebut 'akar terorisme' dengan cara halus, seperti memberi pekerjaan bagi kaum muda, mendidik ratusan ribu pengungsi Suriah dan mendanai program masyarakat untuk menantang kelompok bersenjata.

''Posisi kami dalam melawan terorisme justru lebih kuat dari pada banyak penandatanganan pernyataan bersama yang kami lakukan. Fakta ini telah diabaikan penulis berita bohong tersebut,'' pungkas pemerintah.

Qatar menuduh Uni Emirat Arab dan Arab Saudi meretas kantor berita Qatar dan menulis berita bohong mengenai dukungan untuk terorisme.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww