Religi

Di Tahun Wafatnya, Rasulullah SAW Itikaf 20 Hari

Di Tahun Wafatnya, Rasulullah SAW Itikaf 20 Hari
Ilustrasi itikaf. (republika.co.id)
Sabtu, 10 Juni 2017 10:12 WIB
UMAT Islam dianjurkan melakukan itikaf pada 10 hari menjelang akhir Bulan Ramadhan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Berbagai riwayat menyebutkan kisah Nabi Muhammad SAW mencontohkan itikaf saat bulan suci Ramadhan. Imam Nawawi dalam kitabnya, Riyadlush Shalihin, mengungkapkan, Rasulullah SAW gemar melaksanakan ibadah i'tikaf pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan.

Ini berdasarkan hadis dari Ibnu Umar yang berkata, ''Rasulullah SAW selalu beritikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.'' Hadis Muttafaqun alaihi.

Secara bahasa, menurut Imam Nawawi, itikaf berarti menahan, sedangkan secara istilah syariat berarti tinggal di masjid untuk beribadah dalam jangka waktu tertentu.

Imam Nawawi menjelaskan, umat Muslim diperintahkan melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Kegiatan ini baik untuk menjernihkan hati, menyibukkan diri secara utuh untuk ketaatan, meniru perilaku malaikat, dan sebagai upaya mendapatkan Lailatul Qadar.

Imam Nawawi juga mengutip hadis dari Aisyah Radiyallahu anha yang menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melakukan itikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sampai beliau dipanggil Allah SWT (wafat).

Setelah Rasulullah SAW wafat, istri-istrinya meneruskan kebiasaan itikaf.

Sedangkan dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa Rasulullah SAW setiap bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW melakukan itikaf sepuluh hari.

Pada tahun beliau wafat, beliau melakukan itikaf 20 hari. Hadis riwayat Bukhari.***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww