Home > Berita > Umum

Sumut-NAD Deklarasikan Tuan Rumah PON 2024

Sumut-NAD Deklarasikan Tuan Rumah PON 2024
Azhari Nasution/GoNews.co.
Jum'at, 09 Juni 2017 18:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mendeklarasikan diri sebagai calon tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024.

Kedua provinsi tersebut optimistis bisa memenangi bidding yang dilakukan pada September 2018.

Deklarasi dilakukan di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2017) sore. Sejumlah pejabat Pemprov dan pengurus teras KONI Sumut dan NAD ikut serta. Mereka juga meminta dukungan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis mengatakan, pihaknya bersama NAD akan berjuang keras merangkul seluruh KONI Provinsi di Indonesia agar mendukungnya.

Pihaknya ingin diberi kesempatan mengingat sudah 71 tahun lamanya menjadi tuan rumah, tepatnya pada 1953.

"Kami akan berjuang bersama-sama saat bidding nanti. Kalau bisa menang, ini akan jadi sejarah pertama kali bahwa dua provinsi menjadi tuan rumah bersama," katanya.

Ketika ditanyakan bagaimana jika ada Provinsi lain yang juga mengajukan sebagai tuan rumah PON 2024. "Kami tidak menganggap saingan jika ada provinsi lain yang berminat tapi kami akan meminta pengertiannya agar Sumut dan NAD diberikan kesempatan," kata John Ismadi Lubis.

Menurut John, antara KONI Sumut dan NAD telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai tuan rumah bersama. Kini tinggal menunggu giliran MoU antara kedua Pemprov.

"Kami akan bagi rata cabang-cabang yang dipertandingkan, baik di Sumut dan Aceh berdasarkan asas keadilan," jelasnya.

Ketua Harian KONI NAD, Kamarudin Abu Bakar mengemukakan, pihaknya memiliki mimpi besar untuk andil memajukan olahraga di Indonesia. Salah satu caranya dengan menjadi tuan rumah PON, meski dilakukan bersama Sumut.

"Ini sudah jadi cita-cita kami, Medan dan Aceh maju bersama-sama jadi tuan rumah. Kami mohon dukungan semua pihak," terang Abu Bakar.

Untuk menjadi tuan rumah ada syarat administrasi yang harus dipenuhi. Salah satunya membayar uang pendaftaran sebesar Rp1 miliar kepada KONI Pusat. Dana itu sudah disiapkan untuk dibayarkan pada September 2017.

"Setelah pendaftaran, kami akan keliling Indonesia untuk melakukan pendekatan dengan teman-teman KONI di masing-masing provinsi. Mudah-mudahan tidak ada pesaing supaya kami langsung ditetapkan sebagai tuan rumah," kata dia.

Khusus keamanan di Aceh, Abu Bakar meminta semua pihak tak terlalu khawatir. Sebab, kondisi Aceh saat ini berbeda dengan awal 2000-an ketika ada organisasi yang ingin memisahkan diri dari NKRI.

"Semua sudah tahu Aceh sekarang aman dan damai. Jadi jangan khawatir. Kami percayakan masalah keamanan itu nanti pada pihak kepolisian," ujarnya. ***

wwwwww