Arus Mudik 2017

Tol Lintas Sumatera Bisa Jadi Alternatif Bila Jalan Nontol Macet Parah

Tol Lintas Sumatera Bisa Jadi Alternatif Bila Jalan Nontol Macet Parah
Pekerja menyelesaikan proyek pengerjaan jalan tol lintas Sumatera di Kawasan Bakauheni, Lampung, Sumatera Selatan, Senin (5/6). (republika.co.id)
Rabu, 07 Juni 2017 06:55 WIB
LAMPUNG - Pengerjaan jalan tol lintas Sumatera diperkirakan tak akan rampung menjelang arus mudik lebaran tahun ini.

Demikian dikatakan Project Manajer Proyek Tol Lintas Sumatera Yusuf Lukman kepada republika, Senin (7/6).''Ini tidak sempat untuk digunakan pas lebaran. Targetnya selesai Agustus,'' kata Yusuf Lukman.

Kendati demikian, Yusuf mengatakan jalur ini memungkinkan untuk dibuka ketika jalan nontol sudah terlalu macet dan dalam keadaan darurat.

''Kalau di jalur nasional mobil sudah enggak gerak lagi atau macet parah sehingga membutuhkan jalur alternatif, ini akan dibuka,'' ujar dia.

Walau masih proses pengerjaan, namun kendaraan pemudik dapat melalui jalan ini. 

Pemerintah sedang membangun Jalan Tol Trans Sumatera yang menghubungkan Lampung hingga Aceh. Ada 11 ruas prioritas di jalan tol, tang direncanakan memiliki panjang 2.818 kilometer. 

Sebagai langkah awal, pembangunan jalan tol di Sumatera akan dilaksanakan pada empat ruas meliputi ruas Medan-Binjai, Palembang-Simpang Indralaya, Pekanbaru-Dumai, dan Bakauheni-Terbanggi Besar. 

Bakauheni-Terbanggi Besar akan memiliki tiga seksi. Seksi 1, yaitu Bakauheni-Babatan, yang sedang tahap kontruksi bakal memiliki panjang 38 kilometer. 

Pengerjaan ruas ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, yaitu sepanjang 8,9 kilometer. 

Yusuf mengatakan, sekitar tujuh kilometer yang sedang dalam proses pengerasan jalan. Sisanya, ada proses pengerjaan di dua titik di di lintasan dengan panjang 8,9 kilometer ini. 

Pertama, penggalian gunung sedalam 15 meter sepanjang kurang lebih 500 meter di Km 2. Kedua, yaitu masih tertahan pengerukan di Km 8,3 karena tak ada tempat untuk menimbun tanah hasil kerukannya itu. 

''Tempat untuk menimbun tanah hasil kerukan masih terkendala pembebasan lahan,'' ujar Yusuf.

Berdasarkan pantauan republika, para pekerja proyek jalan tol ini masih melakukan pengecoran jalan. Beberapa alat berat seperti ekskavator masih ada di sana. 

Terdapat jembatan baru yang menghubungkan jalur lintas lampung. Di sana, sekitar lima pekerja proyek yang sedang memasang kawat pengaman di sisi jembatan.

Yusuf menambahkan, jalur ini bakal menghemat waktu sekitar lima hingga sepuluh menit perjalanan. Para pengemudi bisa berjalan lebih cepat karena kontur jalan yang stabil.

''Kalau lewat jalur nasional itu kontur jalannya naik turun ya. Banyak juga yang kemiringannya lima hingga 10 persen. Kalau di sini jadi stabil dan bisa lebih cepat berkendaranya,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww