Home > Berita > Umum
Internasional

Papan Reklame Gambarkan Nabi Muhammad Pemerkosa, Pemilik Budak dan Pembunuh, Ternyata Ini Sosok Pemiliknya

Papan Reklame Gambarkan Nabi Muhammad Pemerkosa, Pemilik Budak dan Pembunuh, Ternyata Ini Sosok Pemiliknya
Papan reklame yang menghina Nabi Muhammad di Indianapolis. (republika.co.id)
Rabu, 07 Juni 2017 11:08 WIB
INDIANAPOLIS - Umat Muslim mengecam sebuah papan reklame di jalan di Indianapolis, Amerika Serikat, karena melecehkan Nabi Muhammad SAW.

Seperti dikutip NBC News, tulisan pada papan iklan menggambarkan Nabi Muhammad sebagai sosok pemerkosa, pemilik budak, hingga menyiksa dan membunuh mereka yang tak beriman.

Papan Reklame bertuliskan "The Perpect Man". Di bawahnya di tulis, "Married 6 year old", "Slave owner and dealer", "Rapist", "Beheaded 600 Jews in one days", "13 wives, 11 at one time" dan "Tortured & killed unbelievers."

''Ini jelas merupakan tulisan yang salah," ujar Rima Shahid, direktur eksekutif Aliansi Muslim Indiana.

''Saya ingin orang membaca tujuh poin yang disebutkan dalam papan reklame itu karena Anda akan menemukan tidak ada satupun yang benar.''

Tidak ada pihak yang secara jelas bertanggung jawab. Di sisi paling bawah reklame hanya bertuliskan "Educate Truthophobes". Jika ditelusur di dunia maya. ''Truthiphobes'' diketahui memproduksi sejumlah situs anti-Muslim.

''Ini merupakan tindakan pengecut karena mereka tak menaruh nama di papan nama tersebut,'' ujar Shahid.

Isi Sosok Pemiliknya

Seperti dikutip Indystar, pemilik papan reklame diketahui merupakan sosok penjual iklan yang punya sejarah mengeluarkan pernyataan menghasut tentang Islam.

IndyStar pada Selasa, melacak Papan Reklame ini dan ketemu nama LightPoint Impression.  Don Woodsmall yang terdaftar sebagai pemimpin di situs perusahaan itu merespons pertanyaan IndyStar tentang siapa yang memasang iklan melecehkan Nabi Muhammad itu.

Woodsmall hanya mengatakan ia menjual iklan tersebut ke Grup Patriotik Amerika. Ia menolak untuk menyebutkan namanya "Keinginan mereka, lahir atas cinta dan bukan kebencian, untuk meluncurkan dialog nasional," ujar Woodsmall dalam pernyataannya.

Para pemimpin Muslim mengecam isi papan reklame yang dianggap menyesatkan.

Woodsmall diketahui merupakan sosok yang memiliki pandangan kontroversial terhadap Islam jauh sebelum papan reklame ini beredar. Selama beberapa tahun ia mengkritik Imam Khalid Griggs dari Wake Forest University. Ia pun meminta universitas itu menggelar debat tentang syariah Islam.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww