Sikapi Kabar Adanya Penjualan Udang Palsu Berbahan Plastik, Distan Bogor Sidak Supermarket

Sikapi Kabar Adanya Penjualan Udang Palsu Berbahan Plastik, Distan Bogor Sidak Supermarket
Ilustrasi udang. (republika.co.id)
Senin, 05 Juni 2017 19:41 WIB
BOGOR - Beredar kabar, udang palsu berbahan plastik yang berasal dari China sudah beredar di Indonesia. Menyikapi kabar tersebut, Dinas Pertanian (Distan) Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Sidak dilakukan untuk mengantisipasi masuknya udang plastik ke dua supermarket yang berada di jalan Pahlawan dan di jalan Siliwangi, Sukasari, Senin (5/6). 

Kepala Bidang (Kabid) Perikanan pada Distan Kota Bogor, Drh Wina mengatakan, dia telah melakukan pengawasan khusus untuk ikan, baik itu ikan air tawar maupun ikan laut hingga produk olahan ikan.

''Kami melakukan pengawasan secara rutin, baik itu hari biasa, menjelang Ramadhan, bulan Ramadhan maupun menjelang Idul Fitri,'' katanya.

Dia menyebut, saat ini pihaknya mendengar adanya isu tentang beredarnya udang palsu atau udang plastik dari negara China yang dijual di Indonesia. Namun untuk di Kota Bogor, Distan Kota Bogor sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan tidak ditemukan.

''Pertama kami melakukan pengawasan terhadap udang yang di jual di kota Bogor, kami tadi sudah melakukan pengujian di dua supermarket dan hasilnya udang tersebut adalah udang asli,'' jelasnya.

Selain itu lanjutnya, pihaknya juga mengedukasi kepada masyarakat bahwa udang bisa dilihat asli atau tidak dengan cara pemanasan, baik itu direbus ataupun dengan cara digoreng. 

Ia menerangkan, ada tiga cara untuk membedakannya. Yaitu dilihat dari warnanya, apabila udang tersebut palsu warnanya pucat dibanding udang asli.

Kedua, dari konsistensi atau kekenyalan, udang asli rapuh atau mudah patah. Sedangkan udang palsu seperti karet dan kenyal. Ketiga, dari aromanya udang asli aromatis atau amis dan udang palsu bau plastiknya lebih dominan.  

''Jadi cara ini sangat mudah, bisa dilakukan langsung oleh masyarakat,'' ujarnya.

Sementara itu, untuk sampel ikan yang diuji dilakukan dengan dua tahap. Pertama, dengan cara rapid test. Rapid test adalah uji cepat yang dilakukan di tempat dan kedua dengan cara di uji di laboratorium yang terakreditasi hingga diteliti lebih dalam.

''Untuk lamanya tergantung dari ujinya, di antaranya uji formalin, uji rhodamin dan uji boraks. Kurang lebih waktunya satu minggu, tapi tergantung dari jenis dan jumlahnya,'' sebut dia.

Ia menghimbau kepada masyarakat untuk merasa tenang dan tidak resah dengan adanya kabar berita yang viral bahwa udang palsu telah masuk dan di jual di Indonesia. ''Di Kota Bogor aman, dan kami akan terus awasi,'' tegasnya.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww