Kesehatan

Minyak Zaitun Miliki Banyak Khasiat, Begini Cara Bedakan yang Asli dengan Palsu

Minyak Zaitun Miliki Banyak Khasiat, Begini Cara Bedakan yang Asli dengan Palsu
Minyak zaitun. (republika.co.id)
Senin, 05 Juni 2017 06:05 WIB
JAKARTA - Minyak zaitun memiliki banyak khasiat bagi kesehatan, karena itu dianjurkan mengonsumsinya secara rutin.

Dikutip dari republika.co.id, minyak zaitun merupakan lemak yang diperoleh dari buah europaea Onlea (pohon zaitun), tanaman pohon tradisional daerah Mediterania. Proses pembuatanya menghasilkan asam lemak monounsaturated (MUFAs) yang dianggap sebagai lemak diet yang sehat, berlawanan dengan lemak jenuh dan lemak trans.

Dengan manfaat baik itu, minyak zaitun sering digunakan dalam kosmetik, obat-obatan, masakan dan sabun, dan juga digunakan sebagai bahan bakar untuk lampu tradisional. Meski berasal dari negara-negara Mediterania, saat ini minyak tersebut digunakan di seluruh dunia.

Minyak zaitun pun dibagi menjadi dua jenis yaitu extra-virgin atau dikenal dengan extra-virgin olive oil (EVOO) dan virgin olive oil. Perbedaan jenis itu terletak pada keasaman yang dikandung pada minyak zaitun.

''Minyak zaitun extra-virgin hanya memiliki asam  satu persen. Ini adalah minyak yang berasal dari penekanan pertama buah zaitun, dan dianggap terbaik, memiliki cita rasa segar dan terbaik. Virgin olive oil juga berasal dari penekanan pertama, dan memiliki sekitar 3 persen asam,'' kata asisten profesor kedokteran klinis di Universitas Tulane dan penulis Just Tell Me What To Eat! Timothy Harlan, MD.

Di samping dua jenis yang umum itu, biasanya ada pula yang menjual jenis lain, seperti ''Fino'' yang merupakan campuran EVOO dan Virgin, ''Light'' merupakan minyak yang telah disaring untuk membuang sebagian besar sendirmen sehingga warna lebih terang, dan ''Pure'' kombinasi antara virgin dan EVOO.

Pelbagai jenis itu tetap menggandung manfaat minyak zaitun yang sang baik, terutama untuk jenis EVOO. Salah satu jenis senyawa yang dimiliki Oleocanthal yang baik untuk penderita Alzheimer.

Dalam percobaan laboratorium yang dilakukan periset Amal Kaddoumi dengan memanfaatkan tikus, dia menemukan oleocanthal membantu mengantar protein penyakit Alzheimer yang tidak normal keluar dari otak. Periset tersebut pun menemukan jika  tingkat penyakit Alzheimer lebih rendah di negara-negara Mediterania, di mana konsumsi minyak zaitun lebih tinggi daripada di tempat lain di dunia.

Riset yang telah diterbitkan di jurnal Chemical Neuroscience mencoba melacak efek oleocanthal di sel otak dan otak tikus laboratorium. Mereka menemukan di sel otak dan otak tikus, oleokanthal secara konsisten mendorong produksi dua protein dan enzim yang diketahui penting dalam penghilangan beta amiloid dari otak.

''Oeocanthal dalam minyak zaitun extra-virgin yang terkait dengan konsumsi makanan Mediterania memiliki potensi untuk mengurangi risiko AD (Alzheimer) atau demensia neurodegeneratif terkait,'' tulis hasil penelitian.

Di samping baik untuk penderita penyakit Alzheimer, EVOO pun telah terbukti baik untuk pankreatitis akut atau radang pankreas. Asam oleat dan hydroxytyrosol yang dikandung EVOO, menurut penelitian University of Granada di Spanyol, sangat mempengaruhi perkembangan penyakit tersebut.

Sedangkan Universitas Monastir, Tunisia, dan King Saud University, Arab Saudi, melakukan penelitian yang menunjukkan EVOO dapat melindungi hati dari stres oksidatif atau kerusakan sel. Penelitian yang dipublikasikan di BioMed Central, Mohamed Hammami selaku kepala peneliti melaporkan  tikus laboratorium yang terpapar herbisida dengan tingkat racun sedang diberi makanan yang mengandung minyak zaitun terlindungi dari kerusakan hati.

''Kami telah menunjukkan minyak zaitun extra virgin dan ekstraknya melindungi dari kerusakan oksidatif jaringan hati,'' kata Hammami dikutip dari Medical News Today.

Selain baik untuk penderita alzhaimer, radang pangkreas, dan kerusakan hari, EVOO juga menurut ilmuwan di University of East Anglia di Inggris dapat membantu mengikis kolitis ulserativa atau penyakit penyebab radang usus besar. Hasil tersebut didapatkan setelah melakukan analisis pada lebih dari 25 ribu orang yang tinggal di Norfolk, Inggris, dengan rentang usia 40 dan 65 tahun.

Relawan tersebut merupakan bagian dari studi EPIC (European Prospective Investigation into Diet and Cancer), yang berkisar antara tahun 1993 sampai 1997. Tidak ada yang memiliki kolitis ulserativa pada awal penelitian.

Kaya manfaat membuat minyak zaitun banyak dipalsukan. Untuk mengetahuinya cek tempat produksi dari minyak zaitun diolah. Sebab jika minyak zaitun itu berasal dari Spanyol atau Yunani kemungkinan besar minyak itu hanya dikemas dan mendapat pelabelan saja, tidak berasal dari tanaman di negara tersebut.

Di samping itu, cara untuk melihat kondis minyak zaitun dengan menuangkan beberapa sendok makan ke sebuah piring putih. Kemudian, perhatikan konsistensi yang halus, meski kehalusan itu tidak seperti minyak jagung atau minyak sayur. Hal yang utama juga mestinya minyak zaitun harus memiliki bau seperti buah zaitun.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww