Internasional

Pekikan ''Allahu Akbar'' Selamatkan Warga Kristen Marawi dari Keganasan Militan Maute

Pekikan Allahu Akbar Selamatkan Warga Kristen Marawi dari Keganasan Militan Maute
Sebuah bendera hitam khas kelompok ISIS dipajang di ruas jalan di Marawi, kota yang jadi medan tempur milisi ISIS dengan tentara Filipina. (sindonews)
Minggu, 04 Juni 2017 13:16 WIB
MANILA - Sekitar 160 warga Muslim dan Kristen Marawi, Filipina memekikkan ''Allahu Akbar'' sambil melambaikan bendera putih ketika menuju tempat pemeriksaan militan Maute -- kelompok ekstremis ISIS pada Sabtu dini hari. Pekikan takbir itu telah menyelamatkan mereka dari keganasan militan Maute.

Ratusan warga sipil itu, sebagian besar merupakan wanita, anak-anak dan lansia.

Mereka yang berasal dari komunitas Muslim dan Kristen yang bersatu saling melindungi dari incaran kelompok Islamic State atau ISIS. Kelompok ekstremis itu sebelumnya adalah kelompok Maute, namun telah bersumpah setia menjadi bagian dari ISIS.

''Kami menyelamatkan diri,'' kata tokoh masyarakat Muslim dan mantan politisi di Marawi, Norodin Alonto Lucman. Tokoh Muslim ini telah menyelamatkan sekitar 64 warga Kristen dengan menyembunyikan mereka di rumahnya.

''Ada rencana untuk mengebom seluruh kota (Marawi) jika (ISIS/Daesh) tidak menyetujui tuntutan pemerintah,'' ujar Lucman.

''Kami mendapat tip dari komandan bahwa kami harus pergi keluar,'' ujar Residen Leny Paccon, yang telah menyembunyikan 54 orang di rumahnya, termasuk 44 orang Kristen.

''Ketika saya mendapatkan teksnya, segera kami keluar, sekitar pukul 07.00,'' ujarnya. Paccon kemudian bergabung dengan Lucman dan kelompoknya dalam usaha putus asa untuk melarikan diri dari ancaman pembunuhan ISIS.

''Saat kami berjalan, yang lain bergabung dengan kami,'' tutur  Lucman. ''Kami harus melewati banyak penembak runduk.''

Menurut laporan Reuters, Minggu (4/6/2017), para ekstremis ISIS menghentikan warga sipil untuk mencari orang Kristen, termasuk pekerja konstruksi Jaime Daligdig. Ketika dihentikan, mereka kompak memekikkan ''Allahu akbar!''. Teriakan itu membuat mereka diizinkan lewat.

Uskup Marawi, Edwin de la Pena, mengatakan kepada The Guardian bahwa seorang pemimpin Muslim setempat berjasa menyembunyikan orang-orang Kristen di penggilingan padi. Pemimpin Muslim itu, kata dia, memberikan beberapa pelajaran singkat dalam Islam.

''Dia memberi mereka orientasi,” kata de la Pena. ”Bagaimana menanggapi pertanyaan, melafalkan doa, memakai jilbab, bagaimana mengucapkan assalamu alaikum,'' ujar Pena. Para warga Kristen itu sengaja dilatih warga Muslim agar berhasil lolos dari pemeriksaan ISIS.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa
wwwwww