Bukan Mau Rayakan Kemenangan Real Madrid, Tapi Warga Spanyol Ini Berbondog-bondong Serbu Makanan Khas Riau

Bukan Mau Rayakan Kemenangan Real Madrid, Tapi Warga Spanyol Ini Berbondog-bondong Serbu Makanan Khas Riau
Foto Dok. KBRI Spanyol. (istimewa)
Minggu, 04 Juni 2017 20:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Final Liga Champion tadi malam telah usai, klub Real Madrid pun berhasil kembali mengangkat tropy juara setelah mengandaskan klub Italia Juventus 4-1. Namun kali ini bukan mau bahas kemenangan anak-anak asuh Zenedine Zidan itu.

Tapi kali ini GoNews.co, akan mengulas soal keseruan warga Spanyol berburu makanan khas Provinsi Riau di Kota Madrid.

Kenapa? Karena setelah sukses menyelenggarakan acara SolidaRiau, pihak KBRI Spanyol kembali memperkenalkan masakan khas Riau ke warga Spanyol dengan tajuk "Kemilau Riau".

Disaat unat islam menjalankan ibadah puasa di negara orang tentunya bukanlah hal yang mudah. Apalagi di benua Eropa, di mana saat ini memasuki awal musim panas. Selain waktu puasa yang lebih panjang, 17,5 jam, susahnya mencari makanan halal untuk berbuka puasa juga menjadi kendala saat berkunjung ke Kota Madrid, Spanyol.

Nah guna mempermudah mendapatkan makanan khas Indonesia, pihak KBRI kembali menggelar bazar disana. Hal ini tentunya juga dalam rangka mempromosikan Indonesia dengan memperkenalkan budaya dan ragam jenis makanan Indonesia pada masyarakat Spanyol.

Selain promosi, acara ini merupakan kegiatan sosial yang dilakukan KBRI untuk membantu warga Indonesia dan warga Spanyol. Seluruh hasil penjualan suvenir, baju, dan makanan akan disumbangkan sebesar 10 persen.

Uniknya, pihak KBRI kembali mengangkat tema "Kemilau Riau". Dari namanya saja, tentu ini sangat membanggakan bagi masyarakat Bumi Lancang Kuning Melayu.

Dimana acara tersebut tentu saja diisi dengan berbagai kesenian dan yang tak ketinggalan pastinya adalah makanan khas Riau.

Dengan berlangsungnya bazar tahunan ini diharapkan jumlah turis asal Spanyol yang datang ke Indonesia akan terus meningkat.

Tercatat sebanyak 68 ribu turis asal Spanyol sudah berkunjung ke Indonesia. Beragam makanan dijajakan dalam bazar sosial ini, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat.

Seperti sebelumnya, pihak panitia memerkan beberapa makanan khas seperti Nasi Lemak, Bolu Kemojo, kacang pukul dan lain-lain juga tersedia. Stand penganan serta oleh-oleh khas Provinsi Riau dalam kegiatan Bazar tersebut juga tak jauh berbeda dengan acara SolidaRiau de Indonesia 2017 yang digelar KBRI Madrid.

Stand khusus makanan Riau yang menjadi tema pada Bazar kali ini memang menyediakan berbagai kuliner khas melayu. Tidak hanya martabak telor kuah kari, nasi lemak dan es air mata pengantin saja, namun jajanan lain seperti Bolu Kemojo serta Kacang Pukul, adalah penganan yang paling dimintai pengunjung.

"Bazar tahun lalu dihadiri sekitar 3500 pengunjung. Tahun ini kita harapkan lebih meriah, namun karena sosialisasi lebih singkat hanya sekitar satu bulan, paling tidak jumlah pengunjungnya sama dengan tahun lalu," kata Dubes Yuli Mumpuno.

Ia mengatakan, jumlah WNI yang ada di Madrid ada sekitar 300 orang. Kegiatan tahunan itu, untuk tahun 2017 ini mengangangkat tema "Kemilau Riau" yang digelar di halaman Kantor KBRI Madrid dan resmi dibuka pada Sabtu (20/5/2017) yang lalu, hingga sekarang.

Sekitar seribu orang pengunjung dari berbagai kalangan memenuhi arena Bazar sesaat setelah Bazar ini dibuka Duta Besar RI di Madrid, Yuli Mumpuno Widarso.

Para pengunjung berasal dari berbagai kalangan. Seperti warga negara asing yang tinggal di Spanyol, tamu undangan dari berbagai kedutaaan negara sahabat, diaspora Indonesia serta WNI yang berada di Madrid dan sekitarnya.

Namun mayoritas pengunjung merupakan warga Spanyol. Dari puluhan stand yang ada di Bazar kali ini, selain aneka kuliner khas Riau, sebagian besar juga menyajikan beraneka ragam makanan khas Indonesia, seperti bakso, soto, sate, nasi goreng, ketoprak, hingga jajanan seperti mendoan, resoles, kue lapis dan berbagai makanan khas Indonesia lainnya.

Sehingga biasanya para pengunjung mayoritas adalah warga Spanyol dan ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan potensi gastronomi dan destinasi wisata Indonesia, khususnya di daerah Riau yang menjadi tema utama, kepada masyarakat Negeri Matador. ***

wwwwww