Polda Sumbar Bantah Pencopotan Kapolres Solok Kota Gara Persekusi dr Fiera

Polda Sumbar Bantah Pencopotan Kapolres Solok Kota Gara Persekusi dr Fiera
Dokter Fiera Lovita (kiri). (viva)
Sabtu, 03 Juni 2017 17:27 WIB
PADANG - Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumbar AKBP Nina Marlina mengatakan, mutasi Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya tidak terkait kasus persekusi terhadap dr Fiera Lovita.

Menurut Nina, mutasi merupakan hal biasa di tubuh Polri sebagai bentuk penyegaran.

''Mutasi atau penyegaran di Polri itu hal yang wajar dan biasa dilakukan,'' kata AKBP Nina Marlina, Sabtu 3 Juni 2017.Nina mengatakan, AKBP Susmelawati Rosya sudah lebih dari satu tahun menjabat sebagai kapolres Solok Kota. Jadi, wajar kiranya dilakukan penyegaran. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencopot Kapolres Solok Kota AKBP Susmelawati Rosya dari jabatannya.

Pergantian itu berdasarkan Telegram Kapolri ST/1408/VI/2017 tertanggal 2 Juni 2017 yang berisi AKBP Susmelawati akan menjabat sebagai Kabagwatpers Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumbar.

Sedangkan penggantinya adalah AKBP Donny Setiawan yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit II Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.

Apresiasi

Jumat (2/6) malam, usai menghadiri buka puasa bersama di rumah dinas Ketua MPR, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengapresiasi langkah tegas Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya terhadap pelaku persekusi seorang remaja, PMA (15) di Cipinang Muara, Jakarta Timur. PMA didatangi sejumlah anggota FPI karena statusnya dianggap menghina Habib Rizieq.

Tito menyayangkan sikap tegas tidak diikuti oleh Polres Solok Kota, Sumatera Barat terhadap pelaku intimidasi ke dokter Fiera Lovita. Tito bahkan mengaku telah menegur Kapolda Sumatera Barat agar tegas terhadap pelaku persekusi.

''Saya sudah beberapa kali menegur Kapoldanya untuk melindungi warga dari tindakan persekusi,'' ujarnya.

Tito mengatakan membuka peluang untuk mencopot Kapolres Solok Kota apabila nantinya terbukti lemah dan tak tegas melakukan tindakan ke pelaku persekusi terhadap Dokter Fiera Lovita.

''Kalau saya anggap nanti penilaian saya Kapolres di Solok saya anggap lemah takut ya saya ganti, ganti dengan yang berani dan tegas!'' ujarnya.

''Polisi yang tidak berani, polisi yang tidak berikan perlindungan, kita kasih tindakan dengan tegas, saya tidak akan segan-segan untuk mencari dan mengganti orang yang lebih tegas,'' kata Tito.***   

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id dan merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat
wwwwww