Kesehatan

Konsumsi Makanan Kaleng Meningkatkan Risiko Terserang Kanker

Konsumsi Makanan Kaleng Meningkatkan Risiko Terserang Kanker
Ilustrasi makanan kaleng. (reppublika.co.d)
Sabtu, 03 Juni 2017 08:23 WIB
MALANG - Banyak orang sering mengonsumi makanan dalam kemasan kaleng karena alasan praktis dan rasanya yang enak. Padahal, kebiasaan mengonsumsi kaleng berakibat buruk bagi kesehatan.

Dikutip dari republika.co.d, dosen jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya, Tri Dewanti W mengungkapkan semua makanan kaleng pasti ditambahkan bahan pengawet, pewarna, dan kadang minyak berlebih serta garam.

Karena itu, makanan yang diawetkan tidak dianjurkan dikonsumsi sebagai makanan sehari-hari.

''Makanan kalengan sebaiknya dikonsumsi dalam kondisi emergency (darurat) saja jika tak ada makanan lain, selama masih bisa mencari makanan segar akan lebih baik,'' kata Dewanti dalam sebuah diskusi pada Jumat (2/6) di Malang.

Makanan kalengan mengalami penurunan nilai gizi karena dipanaskan dan diawetkan. Menurut Ketua Persatuan Ahli Teknologi Pangan Indonesia ini, adanya bahan tambahan seperti bahan pengawet, pewarna, dan sejenisnya akan membawa efek pada tubuh.

Jika senyawa mikro nutrien terakumulasi dalam tubuh, maka akan menjadi pemicu karsinogenik.

Karsinogenik dapat menyebabkan kanker atau meningkatkan risiko penyakit kanker.

Dewanti juga mengingatkan makanan tinggi protein seperti kornet dan sarden dalam kaleng wajib dipanaskan atau dimasak dulu.

''Protein adalah sumber bakteri yang berbahaya, kita tidak tahu apakah makanan sudah aman jika tidak dimasak terlebih dulu,'' imbuhnya.***   

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww