Cegah Wartawan RMOL Melapor, Menteri Basuki Kirim 9 Orang Utusan ke Polda Metro Jaya

Cegah Wartawan RMOL Melapor, Menteri Basuki Kirim 9 Orang Utusan ke Polda Metro Jaya
Foto: Rmol.co
Rabu, 31 Mei 2017 22:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono mengirim sejumlah utusannya ke Polda Metro Jaya (PMJ), Rabu (31/5/2017) malam.

Pihak Menteri Tujuannya, untuk mencoba mencegah wartawan Kantor Berita Politik RMOL, Bunaiya Fauzi Arubone membuat laporan terkait insiden yang diduga dilakukan anak buahnya.

"Maaf sih mudah saja, Pak. Tapi, saya tetap akan lakukan proses hukum," timpal Neya saat dipepet salah satu pihak dari Kemenpupera di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) PMJ.

Pantauan di lokasi, terlihat ada sembilan orang berpakaian putih bercelanan hitam, lengkap dengan kartu identitas Kemenpupera di kantong kiri, di dalam dan luar ruang SPKT PMJ.

Mereka berbincang santai sambil membahas kasus yang melibatkan Neya. Sementara itu, di ruang tunggu SPKT, perwakilan utusan Kemenpupera bertemu dengan Pimpinan Perusahaan RMOL, Dar Edi Yoga yang mendampingi Neya.

Namun, tidak terdengar apa yang mereka bicarakan dengan suara sedikit berbisik itu.

Menurut salah satu wartawan, Bambang Somantri, Basuki terkesan abai dengan ulah oknum anak buahnya terhadap Neya. Apalagi, saat kejadian berlangsung, Basuki diduga mengetahui aksi dugaan pelecehan terhadap Neya dan terkesan mendiamkan.

"Kalau memang ada itikad baik, harusnya Menteri ikut mendinginkan suasana saat kejadian baru terjadi. Sekarang sudah viral dimana-mana baru bereaksi," sesal reporter salah saru radio swasta itu.

Untuk diketahui, sebelumnya Neya diusir dan dicekik oleh salah satu oknum staf protokoler Kemenpupera saat sedang meliput agenda Basuki di kementeriannya, Rabu siang.

Tak hanya itu, Neya bahkan di bentak dan caci dengan sebutan "Monyet!" Tidak terima diperlakukan dengan tindakan tidak terpuji itu, Neya pun melapor ke Polda Metro Jaya, Rabu malam. ***

Sumber:rmol.co
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukrim, Pemerintahan
wwwwww