Home > Berita > Umum
Internasional

Warga Muslim Marawi Selamatkan Ratusan Umat Kristen dari Kepungan Militan

Warga Muslim Marawi Selamatkan Ratusan Umat Kristen dari Kepungan Militan
Warga Kota Marawi mengungsi setelah diserang pasukan militan. (okezone.com)
Senin, 29 Mei 2017 18:11 WIB
MANILA - Kaum muslim Kota Marawi, Mindanao, Filipina, berjuang keras menyelamatkan umat Kristen usaha penyanderaan dan pembunuhan yang dilakukan kelompok militan Maute pro ISIS yang menyerang Kota Marawi.

Sejak konflik meletup, kaum muslim Marawi sudah menyelamatkan ratusan warga pemeluk Kristen dari kepungan militan.

Dilansir dari laman The Philippine Star, Senin (29/5), kabar itu disampaikan staf pemerintahan Wilayah Otonomi Muslim Mindanao, Myrna Jocelyn Henry.

Selama empat hari belakangan, warga muslim di Marawi bahu-membahu membantu menyelamatkan atau mengungsikan tetangga mereka yang memeluk Kristen ke daerah lebih aman.

Bahkan kabarnya, seorang jaksa muslim berhasil meloloskan 42 warga Kristen yang terjebak di sebuah sekolah yang dibakar pihak militan.

''Kami belum tahu pasti berapa rincian warga Kristen yang diselamatkan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada warga muslim Marawi yang menolong mereka yang bukan pemeluk Islam,'' kata Henry.

Menurut Wakil Gubernur Lanao del Sur, Mamintal Adiong Jr., anak buahnya bernama Salma Jayne Tamano, dan keluarga Maranao juga ikut mengungsikan para warga Kristen berjumlah 39 orang.

Menurut Kepala Polisi Lanao Del Sur, Senior Superintendent Oscar Nantes, para pengungsi itu tidak makan berhari-hari dan cuma tiarap di lantai di rumah pasutri renta muslim di Lilod Madaya dan Saduc, demi menghindari para militan. Pemilik rumah juga berhasil diselamatkan.

Menurut laporan, sekitar 2.200 warga masih terjebak di kawasan pertempuran. Mereka sudah mengirimkan pesan singkat minta diselamatkan secepatnya. Kini militer Filipina masih menyisir seluruh Marawi buat memukul mundur kelompok bersenjata.

Mereka juga masih membombardir daerah-daerah diyakini sebagai basis pertahanan militan.

Pertempuran antara kelompok militan Maute dan pasukan pemerintah Filipina di Kota Marawi sudah hampir sepekan berlangsung.

Konflik bersenjata pecah setelah militer Filipina gagal saat mencoba menangkap pentolan kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon. Hal itu menimbulkan aksi balasan dari pihak militan. Diduga, mereka sengaja menargetkan warga sipil supaya mendapat pengakuan dari ISIS.

Hingga hari ini, tercatat konflik sudah menelan korban jiwa 61 militan, sebelas tentara dan polisi Filipina, dan 19 sipil.

Sebagian dari anggota kelompok bersenjata juga berasal dari Indonesia dan Malaysia. Mereka meyakini Filipina adalah arena pertempuran buat ISIS di Asia Tenggara.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww