"Tomprekan", Cara Unik Bangunin Sahur di Pulau Jawa

Tomprekan, Cara Unik Bangunin Sahur di Pulau Jawa
Istimewa.
Minggu, 28 Mei 2017 04:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Beragam budaya dan adat istiadat di Indonesia memang unik dan menarik. Bahkan saat membangunkan orang sahur pun dilakukan berbeda-beda disetiap daerah. Sebagian besar umat muslim di Indonesia, membangunkan warga untuk sahur dengan cara mengumumkan melalui pengeras suara baik dari mesjid maupun musola.

Namun cara membangunkan orang sahur khususnya di Jawa Timur, Jawa Tengah dan DKI Jakarta, selain dengan pengeras suara juga dilakukan dengan cara berkeliling dengan membawa peralatan tetabuhan.

Di Pulau Jawa disebut "Tomprekan". Tomprekan sendiri pada zaman dahulunya, adalah tata cara membangunkan orang sahur dengan berkeliling kampung menggunakan kentongan bambu. Namun seiring perkembangan zaman, kentongan diganti dengan berbagai macam tetabuhan seperti rebana, beduk, ember, galon air mineral bahkan ada juga yang menggunakan alat musik moderen.

Hal ini, sebagian dilakukan oleh anak-anak atau remaja masjid. Mereka melakukan banyak hal agar tidak ada orang yang telat dan kesiangan melakukan santap sahur sehingga seharian penuh bisa menjalankan puasa dengan badan yang sehat dan bugar.

Bahkan di kawasan Jawa Timur juga terdapat para ibu-ibu menggunakan peralatan dapur. Mereka keliling pukul 02.00 WIB dinihari, untuk membangunkan ibu-ibu supaya masak menyiapkan santapan sahur.

Berikut ini 7 cara membangunkan sahur yang paling unik yang dilakukan orang Indonesia.

1. Dengan alat-alat dapur

Dengan menggunakan berbagai macam peralatan rumah tangga dan dapur lainnya, ibu-ibu di Madiun ini rela bangun pada dini hari untuk mengingatkan waktu sahur kepada warga di kampung mereka. Seperti dimuat di Tempo, ternyata kegiatan ini sudah menjadi tradisi di kampung mereka setiap bulan puasa.

Kalau yang membangunkan ibu-ibu kan beda rasanya dibanding yang membangunkan bapak-bapak, kata ibu-ibu itu.

2. Pake lesung

Lain halnya dengan kebiasaan ibu-ibu di Pasuruan ini. Mereka menjalankan tradisi membangunkan sahur yang cukup unik. Sambil membawa tongkat kayu berukuran 1.5 meter mereka menuju ke sebuah tempat yang ada lesung. Diliputi rasa kantuk, mereka tetap semangat memukul-mukulkan tongkat pada lesung lesung berukuran 2.5 meter. Meski awalnya terkesan asal-asalan, lambat-laun bunyi tabuh-tabuhan yang dihasilkan dari lesung menjadi alunan musik ritmis dan enak didengar.

Suara musik dari lesung pun terdengar keras menghentak. Hal itu dilakukan agar bisa didengar warga yang masih terlelap untuk segera bangun menyiapakan hidangan sahur.

Berbagai lagu daerah seperti Ilir-ilir, Tanduk Majeng yang dilantunkan bersama-sama kian menambah semarak pertunjukan sebelum sahur tersebut. Tidak jarang, warga yang sudah bangun ikut bernyanyi bersama-sama. Setelah dirasa cukup dan banyak warga yang bangun, mereka pun membubarkan diri menuju rumah masing-masing.

3. Tabuh Gendang

Tidak hanya ibu-ibu, pemuda pun ikutan aktif dalam kegiatan membangunkan sahur. Di Tanjung Pinang, para pemuda ini membangunkan warga sahur dengan cara keliling komplek perumahan, sembari menabuh gendang dari ember dan kaleng bekas.

4. Obrok atau disebut juga tongprek.

Konon tradisi dari Indramayu ini sudah berjalan sejak puluhan tahun lalu. Seperti dilansir oleh Liputan6.com, dalam tradisi ini, sekelompok orang memainkan musik sambil berkeliling kampung dengan menggunakan gerobak khusus yang didorong sepeda motor.

Kami biasa berjalan 5 kilometer sampai 10 kilometer tiap hari untuk membangunkan warga, kata salah seorang personel obrok.

5. Pake kostum bouraq

Tradisi asal Brebes ini menampilkan dua kuda terbang berkepala gadis cantik atau disebut Buroq. Selain menampilkan dua boneka buroq, dalam arak-arakan juga ikut belasan anak yang membawa obor bambu. Seperti pernah diliput oleg Indosiar, mereka keliling kampung dengan iringan musik rebana dipadu alat musik modern, yakni gitar dan melodi.

Selama berkeliling kampung mereka terus melantunkan Shalawat Nabi sambil sesekali berteriak sahur, sahur. Bahkan mereka tidak segan-segan mengetuk pintu warga yang belum bangun.

6. Arakan Sahur

Secara tidak langsung, tradisi ini akan ikut membangunkan orang sahur karena mereka tidak mau melewatkan tradisi yang sudah berjalan belasan tahun ini. Sejak malam hari, warga di Kuala Tungkal berkumpul di sepanjang jalan untuk menyaksikan arak-arakan ini. Dilansir oleh infojambi.com, pada arak-arakan ini, miniatur berupa kapal, Al-Qur-an raksasa dan ondel-ondel ciri khas Betawi juga diperlihatkan. Berbagai etnis memadukan kreasi menjadi arakan sahur yang bernuansa Islami.

7. Jadi pocong

Loh, ini Ramadan apa halloween? Tapi demi membangunkan warga sahur, ada orang yang bersedia memakai kostum pocong ini. Diliput oleh Liputan6, di Ponorogo Jawa Timur, warga berdandan ala pocong untuk membangunkan warga makan sahur.

Beberapa warga pun sempat kaget, karena saat pintu dibuka yang membangunkan mirip hantu pocong. Nah itu dia cara unik membangunkan orang santap sahur diberbagai daerah yang berhasil dirangkum GoNews.co. ***
loading...
Sumber:detik.com, liputan6.com dan InfoJambi.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa
wwwwww