Internasional

Berlakukan Operasi Militer di Mindanao, Presiden Filipina Bolehkan Tentara Perkosa 3 Wanita

Berlakukan Operasi Militer di Mindanao, Presiden Filipina Bolehkan Tentara Perkosa 3 Wanita
Rodrigo Duterte (kiri), dan Pasangannya Honeylet Avancena mengobrol saat mereka menunggu kedatangan para pemimpin Asia Tenggara untuk upacara pembukaan KTT ASEAN Leader ke-30 di Manila, Filipina, 29 April 2017 lalu. (tempo.co)
Minggu, 28 Mei 2017 09:52 WIB
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali mengeluarkan pernyataan kasar dan kontroversial. Dengan nada bercanda, Duterte mengatakan, anggota militer dapat memperkosa sampai 3 wanita.

Duterte mengaku akan bertanggung jawab di bawah hukum militer yang baru dilaksanakan.

Duterte membuat pernyataan itu saat berbicara di sebuah kamp militer di negaranya. ''Untuk hukum militer ini dan akibat pelaksanaannya, saya seorang yang akan bertanggung jawab. Lakukan tugas Anda, saya akan uruskan yang lain.''

Duterte melanjutkan, ''Saya rela dipenjara karena Anda. Jika Anda memperkosa tiga wanita, saya akan mengaku bahwa saya yang buat,'' katanya, seperti yang dilansir Reuters pada 27 Mei 2017.

Duterte menerapkan hukum militer, Selasa lalu di seluruh selatan Mindanao sebagai reaksi terhadap serangan dilancarkan militan di kota itu.

Dia mengatakan bahwa militan berencana membangun pemerintahan khalifah di seluruh Mindanao, yang dihuni 20 juta penduduk. Hukum militer satu-satunya cara menghilangkan pemberontak tersebut.

Hukum militer yang diterapkan Duterte lantas memicu kritik dari berbagai pihak. Ia selalu mengatakan siap bertanggung jawab dan kemudian melontarkan candaan kontroversial itu.

Duterte, 72 tahun, yang memenangkan pemilihan presiden tahun lalu sering menggunakan bahasa kasar.

Duterte juga pernah memicu kontroversi ketika mengatakan ingin memperkosa seorang misionaris warga Australia yang terjebak dalam kerusuhan penjara pada 1989 di Filipina dan dibunuh oleh penghuni lain.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww