Wartawan Senior Riau, H Mulyadi Tutup Usia

Wartawan Senior Riau, H Mulyadi Tutup Usia
H Mulyadi
Sabtu, 27 Mei 2017 22:58 WIB
Penulis: Hermanto Ansam
PEKANBARU - Keluarga besar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau, berduka. Wartawan senior, H Mulyadi tutup usia dalam usia 74 tahun.

H Mulyadi berpulang pukul 18.10 , Sabtu (27/5/2017) di RSUD Pekanbaru. Dan disemayamkan di rumah duka Jalan Merpati No.11, Tangkerang Barat serta dimakamkan besok pagi pukul 10.00.

Lahir di Bandung, 18 April 1943, H Mulyadi sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Sastra Prancis, Universitas Padjajaran Bandung. Setamat kuliah, Mulyadi bekerja di harian terkemuka di Jawa Barat, yaitu Harian Pikiran Rakyat. Setelah beberapa tahun di harian terbitan Bandung tersebut, Mulyadi pindah ke Harian Sinar Harapan Jakarta.

Namun perjalanan karirnya di Jakarta tak terlalu lama karena dia jatuh hati pada gadis Melayu Riau, Wan Fauziah, putri mantan Walikota Pekanbaru, Wan Abdurrahman. Dan semenjak itu, Mulyadi pun memulai karir jurnalistiknya di Riau, tepatnya di Pekanbaru, namun masih di media yang sama yakni Sinar Harapan, hingga akhirnya ia pindah ke Suara Pembaruan karena Sinar Harapan tempatnya bekerja dibredel pemerintah.

Mulyadi merupakan tipe wartawan loyal, karena jarang pindah-pindah media. Sampai pensiun 2000, dia tetap di Suara Pembaruan, bahkan meski sudah tak bekerja lagi, dia tetap mengirimkan tulisan-tulisannya ke Suara Pembaharuan.

Dan sebagai wartawan yang menghabiskan waktunya berjunalistik, H Mulyadi juga tetap menulis di usia senjanya. Bahkan terakhir, Mulyadi merupakan penulis tetap di GoRiau.com.

''Beliau adalah wartawan yang gigih, selalu ingin mendapatkan wawancara ekskusif. Bahkan sangking ngototnyo, beliau pernah masuk ke mobil Presiden Abdurrahman Wahid tanpa izin. Tapi disitulah hebatnya, Gus Dur tetap melayaninya untuk wawancara, dan banyak lagi kisah-kisah perjuangannya untuk mendapatkan wawancara ekslusif yang luar biasa,'' ujar sahabat almarhum, Denny Winson kepada GoRiau.com.

Bahkan kata Denny, di usia senjanya, H Mulyadi tetap ingin berkarya, menulis dan menulis, bukan hanya laporan, bahkan sering menulis opini dan tulisan-tulisan lepas lainnya.

Amarhum meninggalkan seorang anak, Muhammad Emille Zola dan dua orang cucu. ***
loading...
wwwwww