Kunjungi Korban Bom Kampung Melayu, Nono Sampono: Teroris Musuh Kita Bersama

Kunjungi Korban Bom Kampung Melayu, Nono Sampono: Teroris Musuh Kita Bersama
Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono dan Anggota DPD RI dapil Jakarta, AM Fatwa saat menjenguk korban bom di Budi Asih. (Gonews.co/Muslikhin)
Jum'at, 26 Mei 2017 15:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Dalam kunjungannya ke RS Budi Asih Jakarta Timur, pada hari Jumat (26/5/2017) siang, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono, mengaku prihatin dan menyesalkan tindakan teror di Kampung Melayu pada Rabu (24/5/2017) yang lalu.

Usai menjenguk dua korban yang masih dirawat di RS Budi Asih, Nono kepada wartawan parlemen mengatakan, selain mengutuk keras tindakan tersebut, dirinya juga berharap, pemerintah beserta DPR RI segera merivisi UU Terorisme, agar pencegahan dini serta tindakan aparat berwajib dapat bekerja maksimal.

"Terorisme ini kan perbuatan oknum yang tak bertanggung jawab, yang menjadi musuh kita bersama. Terorisme ini bukan hanya musuh negara, tapi juga musuh kita semua. Termasuk seluruh dunia juga merespon," ujarnya.

"Untuk itu tentu semua komponen negara harus menyelesaikan ini, seperti TNI Polri harus bersikap tegas sesuai UU yang berlaku. Saya berharap UU ini juga segera diresvisi agar bukan hanya menjangkau secara resensif (lemah) tapi juga bisa ada kepastian hukum soal deredakilasiasi ini," paparnya.

Karena menurutnya, radikalisme muncul karena berbagai faktor. Dirinya mencontohkan, bisa saja terjadi akbibat faktor ekonomi, politik, dan lainya.

Soal penanganan terorisme ini sendiri, Nono Sampono meyakini, pihak berwajib bisa bekerja maksimal. "Inikan intelejen dan pihak berwajib masih berkerja. Kalau laporan sementara ya ini ada kaitannya dengan jaringan ISIS. Soal bom Kampung Melayu, sebenarnya pelaku sendiri juga korban, korban dari ajaran yang perlu sama-sama kita waspadai," tandasnya.

"Tindakan teror ini harus kita lihat secara menyeluruh, apa sebabnya, apa akar masalahnya, supaya penanganannya benar. Contoh Inggris, Pernacis, kurang apa kehebatan intelijennya, tapi masih kecolongan, jadi ini yang benar-benar harus diwaspadai," tukasnya.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Rumah Sakit Budi Asih, Nono sempat menejnguk dia orang korban luka dari pihak sipill yang masih dirawat. Keduanya yakni seorang pegawai bank mandiri dan satu mahasiswi asal Lampung yang sedang menjalani operasi karena mengalami patah tulang di punggung. ***

wwwwww