Heboh! Video Kawanan Preman Disuruh Uji Nyali Cegat Pengendara Motor dan Tebaskan Senjata Tajam di Lenteng Agung


Video detik-detik pencegatan preman di Lenteng Agung. (kiriman warga)

Selasa, 23 Mei 2017 18:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Media sosial (medsos) dihebohkan dengan beredarnya video kekerasan yang dilakukan kawanan preman di Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan ( dekat halte Universitas Pancasila), tepatnya pada jalur dua arah ke depok dan sebaliknya.

Modus yang beredar di media sosial, kawanan preman itu melakukan uji nyali kepada anggota barunya dengan cara melakukan pembacokan terhadap para pengendara motor yang melintas secara acak.

Aksi tersebut, seperti dituturkan seorang pengemudi grab bike bernama Hidayatulloh, tindakan preman tersebut sebagai usaha perampokan terorganisir.

"Saya lama bergabung di kumpulan ojek online wilayah Lenteng Agung hingga Ragunan. Dan salah seorang penumpang saya dikalungi clurit saat kami melintas di daerah tersebut. Sejak itu saya pindah ke pangkalan seputar wilayah BlokM saja," bebernya.

Dia melanjutkan, penumpangnya tersebut melaporkan ke kantor Polsek setempat, namun tidak mendapat tanggapan, akan tetapi ketika melaporkan kejadian lewat sanak saudaranya yang dinas di Polda Metro Jaya, barulah kawanan perampok ditangkapi. Artinya, menurut dia, entah aparat Polsek ragu atau takut ya tidak tahu juga.

Hidayatulloh menambahkan, kelompok-kelompok preman yang sekarang beroperasi malam hari di jalur Lenteng Agung adalah pelarian dari mereka yang takut terkena operasi Tim Jaguar dari Polresta Depok.

"Jaguar ditakuti preman di sana karena tidak pandang bulu dalam melakukan operasi penumpasan preman. Dan jajaran Polsek yang menangani wilayah sekitar Lenteng Agung dekat Universitas Pancasila harus mencontoh apa yang dilakukan Tim Jaguar," imbuhnya.

Komunitas ojek online pastinya akan menolak permintaan penumpang di jalur tersebut jika waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB keatas. Mereka takut terkena imbas perampokan atau apapun, termasuk aksi tes nyali premanisme, karena tidak mau meregang nyawa percuma sementara di pundak para pengojek online itu ada nasib isteri dan anak yang harus dihidupi setiap harinya.

"Terkadang di daerah itu ada orderan ojek online yang sering di-cancel pemesannya. Itu diduga adalah modus para preman atau begal yang mengincar pengojek online yang menggunakan motor bagus serta gampang dijual, seperti Honda matic," sambungnya lagi.

Hidayatulloh meminta aparat kepolisian lebih tegas menindak para kawanan preman tersebut.

"Kejadian di Lenteng Agung lewat video youtube itu nyata, bukan hoax. Para tukang ojek online, penumpang, serta masyarakat pengendara motor sudah mengalaminya. Jangan tunggu laporan masyarakat dulu baru bertindak," pintanya. ***
loading...
Sumber:berbagai sumber.
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukrim
wwwwww