Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SD Bisa Menghilang, Warga Ketakutan dan Ungsikan Anak Gadis

Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SD Bisa Menghilang, Warga Ketakutan dan Ungsikan Anak Gadis
Ilustrasi
Senin, 22 Mei 2017 20:58 WIB
PALEMBANG - I (45), diduga sebagai pelaku pemerkosa dan pembunuh siswi SD berinisial NP (8) di Palembang. Namun hingga kini polisi belum berhasil menangkap I.

Warga beberapa kali melihat keberadaan I, namun saat hendak ditangkap, I langsung menghilang karena diduga memiliki ilmu hitam.

Menurut penuturan warga, sejak penemuan mayat korban, I langsung kabur karena orang yang terakhir kali bersama korban. Namun, beberapa kali ini sering muncul dan pulang ke rumahnya.

''Sudah sering dia pulang, banyak warga yang lihat, biasanya malam hari,'' ungkap Mustofa (54), Senin (22/5).

Begitu hendak ditangkap, kata dia, terduga pelaku langsung menghilang. Sebab, terduga pelaku sudah lama dikenal warga memiliki ilmu belut yang bisa menghilang.

''Sudah sering kami gerebek, sudah dikepung tapi langsung hilang. Karena dia punya ilmu belut, ilmu hitam yang bisa hilang begitu,'' ujarnya.

''Bahkan, ada warga kena bacok waktu mau nangkap, habis itu langsung hilang lagi,'' sambungnya.

Akibatnya, warga setempat kini menjadi resah sebelum terduga pelaku diringkus. Warga pun menggelar jaga malam dan menabur garam dan bambu kuning dengan harapan dapat melumpuhkannya.

''Kami minta polisi segera menangkapnya, jangan sampai ada korban lain. Keberadaannya sudah meresahkan,'' pungkasnya.

Ungsikan Anak Gadis

Warga Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, kini resah dan ketakutan. Beredar kabar terduga pemerkosa dan pembunuh bocah NP mengincar anak perawan lainnya.

Warga memilih mengungsikan anak gadisnya ke rumah kerabat. Sulasih (40) mengaku pernah bertemu dengan terduga pelaku sehari setelah kejadian. Bahkan, saat itu dia sempat bertatap muka sejenak dengan terduga pelaku.

''Dia (I) bilang mau cari perawan lain, omongannya mau mengancam,'' ungkap Sulasih, Senin (22/5).

Lantaran takut, Sulasih tak sempat berteriak. Setelah I pergi, Sulasih memanggil warga sekitar. ''Badan gemetaran, takut. Mau teriak tak bisa lagi,'' ujarnya.

Warga lain, Kevin (18) juga mendengar informasi bahwa I ingin mencari dua perawan lagi untuk melengkapi syarat ilmu hitamnya. Tak ingin terjadi apa-apa, dia rela mengantar dan menjemput adik perempuannya ke sekolah.

''Saya antar jemput, takut kenapa-kenapa. Karena orang itu (I) mau cari korban lain,'' ujarnya.

Sementara itu, ketua RT setempat, Sudarioso (50) mengakui warganya semakin resah lantaran pihak kepolisian belum juga menangkap pelaku. Warga sejak kemarin mengungsikan anak perempuannya ke rumah kerabat di kampung lain.

''Kami khawatir ancamannya itu benar-benar terjadi. Kami minta polisi segera menangkap pelaku biar kampung kami aman,'' ucapnya.***   

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Hukrim
wwwwww