Penunjukkan Bos Lion Air Rusdi Kirana sebagai Dubes Malaysia, Gerindra: Bukti Bagi-bagi Jabatan di Lingkaran Jokowi

Penunjukkan Bos Lion Air Rusdi Kirana sebagai Dubes Malaysia, Gerindra: Bukti Bagi-bagi Jabatan di Lingkaran Jokowi
Anggota Komisi V DPR, M Nizar Zahro. (istimewa)
Jum'at, 19 Mei 2017 17:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Rusdi Kirana pemilik maskapai Lion Air akhirnya resmi dilantik menjadi Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia. Penunjukan mantan wantimpres ini direspon oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Satuan Relawan Indonesia Raya (PP Satria) Gerindra.

Menurutnya, penunjukan Rusdi Kirana semakin menegaskan adanya bagi - bagi jabatan dilingkaran Presiden Jokowi.

"Sudah bukan rahasia lagi bahwa Janji Pak Jokowi saat Kampanye Pilpres yang tidak akan bagi - bagi jabatan adalah omong kosong. Penunjukan Rusdi Kirana sebagai dubes di Malaysia, semakin menunjukkan inkonsistensi dari janji - janjinya," kata Moh. Nizar Zahro selaku Ketum PP Satria Gerindra, kepada GoNews.co, Jumat (19/05/2017) di Jakarta.

Politisi yang juga anggota komisi V DPR RI ini menegaskan, sebagai pemilik dari maskapai lion air, Rusdi Kirana selalu abai dalam perbaikan management maskapainya.

Beberapa kali maskapai ini pelayanannya tidak maksimal, bahkan sudah dijuluki sebagai maskapai raja delay. Puncaknya beberapa lalu lion air salah menurunkan penumpang. Sehingga ditenggarai menyelundupkan warga asing melalui maskapainya ke Indonesia.

"Karenanya penunjukan Rusdi Kirana, jangan sampai menjadikan jabatan sebagai dubes untuk melakukan praktik - praktik ilegal seperti lion air beberapa waktu yang lalu itu," ungkapnya.

Pelantikan Rusdi kirana sebagai Dubes juga menurut Nizar menimbulkan tanda tanya baginya. Sebab, mengurus maskapinya saja masih tidak maksimal pelayannannya, apalagi nantinya mengurus penduduk Indonesia yang ada di Malaysia serta menjembatani kepentingan antara Indonesia dengan Malaysia.

Oleh karena itu pihaknya meminta kepada Rusdi Kirana untuk bekerja maksimal. "Karena dia sudah dilantik, maka harus bekerja secara maksimal. Program utama harus membuat warga Indonesia di Malaysia merasa aman dan terhindar dari praktik - praktik kekerasan. Selain itupula, dapat mengurangi jumlah TKI yang ada di Malaysia," pungkas politisi Gerindara dari dapil Madura ini. ***

wwwwww