Jalan Riau-Sumbar Tepatnya di Jembatan Merangin Ditargetkan Normal Sebelum Lebaran

Jalan Riau-Sumbar Tepatnya di Jembatan Merangin Ditargetkan Normal Sebelum Lebaran
Posisi jembatan yang rusak
Selasa, 16 Mei 2017 21:52 WIB
Penulis: Syawal Jose
KUOK - Pemerintah menargetkan perbaikan jembatan yang nyaris ambruk di ruas jalan nasional di KM 75/76 di Desa Merangin, Kecamatan Kuok rampung sebelum Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 M.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kampar, Indra Pomi kepada wartawan di Bangkinang, Senin (15/5/2017) mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional Kementerian PUPR. Sebagaimana diketahui, perbaikan jembatan tersebut adalah kewenangan pusat, karena itu adalah jalan nasional.

Dari hasil koordinasi tersebut, pihak Kementerian akan segera melakukan perbaikan terhadap jembatan. ''Tadi malam mereka sudah turun ke lokasi untuk mencek kondisi jembatan. Mereka bilang sudah lakukan loading tes. Hasil laporan sudah disampaikan ke pusat," ujar Indra Pomi.

Dari hasil tersebut, maka diputuskan jembatan tidak boleh dilalui oleh kendaraan yang bertonase tinggi. ''Kalau kendaraan roda enam yang bermuatan, tidak bisa lewat sana. Seperti muatan semen, itu tidak boleh. Bisa ambruk jembatan itu nanti," imbuh Indra.

Untuk waktu dekat lanjutnya, jembatan tersebut dilakukan renovasi. Artinya tidak dibangun jembatan baru. "Pokoknya sebelum arus mudik, jembatan ini sudah bisa dilalui semua kendaraan," tegasnya.

Dijelaskannya, kerusakan jembatan itu karena tulang bagian bawah jembatan (girder) sudah goyang. Sehingga, terjadi kemiringan terhadap jembatan.

Dari pantauan GoRiau.com, lantai jembatan sebelah kiri dari arah Pekanbaru terlihat miring. Kondisi jembatan menurut beberapa supir truk yang telah dua hari berada di sana semakin mengkhawatirkan sebab lantai jembatan dengan tapak jembatan semakin renggang.

Hingga saat ini, jembatan penghubung Sumbar-Riau masih belum bisa dilalui truk bermuatan berat seperti jenis Fuso, tronton dan truk colt diesel bermuatan diatas 4 ton.

"Kalau Fuso apalagi yang bermuatan tetap paksakan lewat bahaya ini, bisa ambruk jembatan ni," ungkap supir truk bermuatan galian c yang mengaku telah memarkirkan kendaraannya sejak Minggu (14/5/2017) sore.

Dari pantauan juga, pada siang Senin (15/5/2017), terlihat sejumlah personil Satlantas Polres Kampar mengatur lalu lintas. Sebab, di jembatan sepanjang 20 meter itu, diterapkan sistem buka tutup. Hanya bisa dilalui satu jalur sebelah kanan dari arah Pekanbaru.

Untuk menghindari kemacetan, jembatan non aktif yang berada tepat di sebelah jembatan rusak itu, juga dipergunakan. Terlihat sejumlah sepeda motor bahkan mobil pribadi melewati jembatan itu. Sementara, kendaraan roda enam ke atas, tidak diperbolehkan melalui jalan itu.

Kondisi jembatan yang seperti ini, menjadi kekhawatiran para pengendara, jika kerusakan tak segera diperbaiki. Apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadan. Tentu, jalur ini menjadi jalur sibuk saat mudik lebaran.

Pagar baja jembatan bagian kiri dari arah Pekanbaru itu, juga terlihat remuk bekas hantaman benda keras. Sedangkan baja tulang jembatan bagian bawah, sudah bengkok. Menurut warga sekitar, remuknya pagar jembatan ini sebabkan karena adanya mobil truk yang menabrak jembatan beberapa hari yang lalu.

"Mungkin rusaknya karena ditabrak truk seminggu yang lalu. Truk bermuatan sawit itu dari arah Pekanbaru menuju arah Sumbar menabrak pagar. Makanya pagar itu remuk," sebut Fadly (27), salah seorang warga yang tinggal di sekitar jembatan. ***

loading...
Kategori:Peristiwa
wwwwww