Home > Berita > Umum

Hindari 5 Jenis Makanan Ini Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Hindari 5 Jenis Makanan Ini Saat Sahur dan Berbuka Puasa
Ilustrasi kolak. (tempo.co)
Senin, 15 Mei 2017 20:13 WIB
JAKARTA - Makanan yang dikonsumsi saat sahur dan berbuka puasa akan mendukung kelancaran ibadah puasa.

Puasa memungkinkan tubuh membuang zat-zat beracun dari dalam tubuh secara alami. ''Namun manfaat berpuasa tidak akan maksimal jika asupan makanan saat sahur, berbuka dan malam tidak diperhatikan,'' ujar konsultan gizi Rita Ramayulis di Jakarta, Senin, 15 Mei 2017.

Berikut lima makanan dan minuman yang perlu Anda hindari kala berbuka puasa dan sahur, seperti saran Rita Ramayulis.

Makanan yang digoreng

Makanan yang digoreng memperberat kerja organ pencernaan tubuh, akibatnya tubuh mudah lelah.

''Saat berpuasa organ tubuh mau detoks, kerja ringan. Konsumsi gorengan (makanan yang digoreng), dicerna dengan enzim lipase di mulut, enggak selesai lalu ke lambung, ke usus halus, berat kerjanya. Makanya sebaiknya konsumsi makanan yang digoreng pindah saat makan malam,'' tutur Rita.

Hanya mengandung sukrosa

Saat berbuka puasa kita perlu segera menaikkan kadar gula darah hingga menjadi stabil. Sukrosa saja tak cukup, namun diperlukan juga glukosa dan fruktosa. Konsumsi kurma sangat disarankan karena kandungan glukosa, fruktosa dan sukrosanya.

Di samping itu kurma juga kaya serat, kalium, potassium dan vitamin A.  Selain itu, jus mangga, pisang dan pepaya juga bisa menjadi pilihan Anda.

Total lemak tinggi

''Saat sahur, penuhi kebutuhan energi dan zat gizi. Pilih makanan yang bisa dicerna lebih lambat dan bertahap. Pilihlah makanan yang mengandung protein rendah lemak agar tubuh tak mudah lelah,'' kata Rita. Makanan tinggi lemak antara lain makanan yang digoreng.

Merangsang asam lambung.

Makanan jenis ini misalnya makanan yang terlalu pedas, asam, terlalu manis, dan mengandung kafein.

Makanan yang mengandung gas

Contohnya adalah nangka, kol, durian, dan minuman berkarbonasi.

Rita mengingatkan saat berpuasa, meskipun kegiatan tetap seperti hari biasanya, namun kebutuhan energi menjadi lebih sedikit. Tubuh akan beradaptasi di mana penggunaan energi untuk tubuh bekerja menurun.

Karena perubahan itu, maka konsumsi makanan perlu diatur tetap seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, sayur, buah dan serat sesuai dengan kebutuhan kalori masing-masing.

''Selain itu hindari makanan dengan kalori tinggi, dan menyebabkan dehidrasi, karena akan menganggu metabolisme tubuh untuk detoksifikasi,'' kata Rita.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Umum, GoNews Group
wwwwww