Teknologi Informasi

Windows 8 ke Bawah Paling Riskan Diserang Ransomware Wannacry

Windows 8 ke Bawah Paling Riskan Diserang Ransomware Wannacry
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan keterangan pers terkait upaya penanganan serangan dan antisipasi Malware Ransomware Wannacry di Jakarta, Minggu (14/5). (republika.co.id)
Minggu, 14 Mei 2017 17:40 WIB
JAKARTA- Malware ransomware jenis Wannacry menyerang 99 negara di dunia, termasuk Indonesia. Untuk mengatasinya, Wannacry meminta pengguna komputer membayar 300 bitcoin atau sekitar Rp4 juta per komputer.

Direktur Eksekutif ICT Watch Indonesia Donny BU menyarankan pengguna komputer tidak membayar atau menebus perangkat yang terinfeksi malware ransomware jenis wannacry.

"Saya cuma ngikuti Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika), jangan bayar. Kalau ada segera backup data," kata dia di Jakarta, Ahad (14/5).

Sistem operasi yang paling riskan terserang, yakni Windows 8 ke bawah. Serangan siber ini bersifat tersebar dan masif.

Wannacry menyerang sumber daya sangat penting, seperti, rumah sakit dan perusahaan mobil.

Wannacry akan mengunci data-data perangkat yang telah terinfeksi. Kemudian, penyebaran bisa terjadi melalui e-mail atau situs tertentu.

Selanjutnya, Wannacry dapat menyebar ke komputer lain melalui jaringan data yang sama.

Wannacry meminta pengguna komputer membayar 300 bitcoin atau sekitar Rp4 juta per komputer untuk membuka data yang terkunci.

Menurut Donny, uang tersebut dapat dimanfaatkan pembuat malware untuk berinovasi membuat sistem perusak komputer yang lebih canggih.

''Karena itu kita sarankan, jangan bayar,'' ujarnya.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww