Anak-anak Temukan Mayat Seorang Pria di Waduk Cirata, Diduga Jasad Dosen ITB

Anak-anak Temukan Mayat Seorang Pria di Waduk Cirata, Diduga Jasad Dosen ITB
Istimewa.
Minggu, 14 Mei 2017 10:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BANDUNG - Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengambang di Waduk Cirata Blok Merta, tepatnya di Kampung Jagabaya, Desa Sindangsari, Kecamatan Ciranjang , Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu malam, 13 Mei 2017. Mayat itu diduga jasad Suryo Utomo, dosen Institut Teknologi Bandung yang dilaporkan hilang.

Jenazah pertama kali ditemukan oleh anak-anak kampung setempat yang sedang mencari kayu di genangan air. Saat ditemukan, kondisi mayat dalam posisi telungkup. Mereka segera lari ke perkampungan untuk melaporkan temuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu.

Kepala Kepolisian Sektor Ciranjang Komisaris Syafril Lubis mengatakan polisi mendapat laporan soal penemuan mayat tersebut dari Wawan, warga setempat. Wawan, kata Syafril, meneruskan laporan anak-anak yang melihat jasad pertama kali. 

Bersama beberapa warga, Wawan mendatangi lokasi mayat dan selanjutnya melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian.

"Kami langsung mengirimkan anggota ke lokasi penemuan mayat tersebut untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan saksi-saksi," kata Syafril di Cianjur, Ahad 14 Mei 2017.

Menurut Syafril, jasad ditemukan dua kilometer dari Jembatan Cisokan, tempat mobil dosen ITB  terparkir. Tapi, Syafril belum bisa memastikan bahwa mayat tersebut merupakan dosen ITB yang hilang.

"Kami belum bisa pastikan. Kami menunggu dulu hasil otopsi yang bakal dilakukan siang ini di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur, sekaligus tes DNA. Kalau sudah ada hasilnya, baru bisa dipastikan benar atau tidaknya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Cianjur, Dendi Kurniadi, mengatakan, setelah melakukan visum dan mencocokkan keterangan dari pihak keluarga, jasad yang ditemukan warga mengambang di Waduk Cirata diperkirakan Suryo Utomo.

Menurut Dendi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun ada sejumlah luka terbuka dan memar yang diduga akibat benturan.  "Kami sudah melakukan pencocokkan dengan ciri-ciri dari keluarga. Tapi untuk pastinya kita lihat hasil otopsi," kata dia.

Sebelumnya, Suryo Utomo, dosen ITB dilaporkan hilang setelah mengantar ibunya ke Terminal Leuwi Panjang. Polisi menemukan mobil Toyota Vios warna silver bernomor polisi F-1031-DC milik Suryo di sekitar Jembatan Cisokan dengan kunci kontak masih tergantung.

Yayan Sopandi, warga sekitar Jembatan Cisokan, mengaku sempat berbincang-bincang dengan Suryo Utomo. Dosen ITB itu sempat pamit untuk kembali ke Kota Bandung. 

"Namun keesokan harinya, mobil Suryo masih terparkir di tempat yang sama, sedangkan pemiliknya tidak berada di dalam mobil," ujar Yayan. ***

Sumber:Tempo.co
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa
wwwwww