Ribuan Massa Hadang Fahri Hamzah di Manado, Mahfud Siddik: Itu Bentuk Sikap Intoleran

Ribuan Massa Hadang Fahri Hamzah di Manado, Mahfud Siddik: Itu Bentuk Sikap Intoleran
Ribuan orang dari kalangan LSM dan Ormas Adat berdatangan ke Bandara Sam Ratulangi, Manado, untuk menghadang Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah. (sindonews)
Sabtu, 13 Mei 2017 18:02 WIB
MANADO - Ribuan massa dari kalangan LSM dan ormas adat mendatangi Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut, Sabtu (13/5/2017). Massa yang berpakaian serba hitam dan menamakan diri Forum Rakyat Peduli Minahasa itu bermaksud menghadang Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah.

Dikutip dari sindonews.com, massa terlihat berdatangan sejak pukul 10.00 Wita. Ironisnya, sebagian massa yang datang lengkap dengan pakaian adat terlihat membawa senjata jenis klewang.

''Kami tidak ingin Fahri Hamzah ada di sini, dia tokoh intoleran,'' ujar orator dari atas mobil komando disambut pekikan massa.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang coba berkomunikasi dengan massa tak mencapai kata sepakat. Massa bersikukuh menolak kedatangan Fahri Hamzah. Namun Fahri Hamzah akhirnya sampai di kantor Gubernur Sulawesi Utara untuk mengisi acara kebangsaan.

Bentuk Sikap Intoleran

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menilai, aksi penghadangan itu sebagai bentuk sikap intoleran. ''Justru aksi hadang itu sikap intoleran,'' ujar Mahfudz Siddiq kepada sindonews, Sabtu (13/5/2017).

Dirinya mengaku hormat dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang berupaya menjelaskan kepada massa yang terprovokasi, bahwa Fahri Hamzah bukan sebagai Sekretaris Jenderal Front Pembela Islam (FPI).

Kata Mahfudz, kedatangan Fahri Hamzah ke daerah itu sebagai Wakil Ketua DPR alias narasumber diskusi kebangsaan.

''Jadi aksi-aksi yang marak di berbagai daerah beberapa hari terakhir pasca vonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Ahok nampak sekali ada pengkondisian dan mobilisasi,'' paparnya.

Legislator asal daerah pemilihan Jawa Barat VIII ini berpendapat, hal tersebut yang justru berbahaya bagi persatuan bangsa.

''Kalau kita sudah tidak bisa hormati keputusan hukum, maka itu lah awal kekacauan kehidupan berbangsa dan bernegara,'' pungkasnya.*** 
loading...
Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Politik
wwwwww