Sosok Inspiratif

Kenalan Yuk! Ini Dia Cut Mutia, Model Berdarah Aceh yang Tetap Menjaga Budaya Timur Meski Sudah Go Internasional

Kenalan Yuk! Ini Dia Cut Mutia, Model Berdarah Aceh yang Tetap Menjaga Budaya Timur Meski Sudah Go Internasional
Cut Mutia saat sesi foto dengan membawakan busana dari beberapa desainer yang tergabung di KDEI.
Jum'at, 12 Mei 2017 00:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PAREPARE - Mencapai sebuah kesuksesan tidak harus berpendidikan tinggi dan bermodal materi. Hal-hal kecilpun bisa melahirkan kesuksesan yang lebih besar. Hal itu juga yang dialami sosok model berdarah aceh bernama lengkap Cut Mutia.

Gadis kelahiran Aceh pada tahun 1983, yang sering disapa Cut Ita ini, meraih kesuksesan di dunia modeling hingga mendapat prediket model go Internasional. Beberapa negara telah ia sambangi dengan membawakan busana para desainer terkenal.

Salah satunya, Cut Ita pernah tampil di Spanyol, Mesir, Korea, Philipina dan beberapa negara di Asia. Demikian juga ditingkat lokal, hampir semua kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lainnya sudah ia sambangi.

Dengan kesuksesan yang ia raih, Cut Ita tetap menjadi diri sendiri. Dunia modeling yang terkesan glamour, yang sebagian orang menganggap negatif, ia tepis dengan penampilan serta tingkah laku yang tetap mengedepankan budaya ketimuran.

Baginya, menjaga sikap baik penampilan dan tingkah laku adalah hal paling utama. Hal itu ia kemukakan saat berbincang dengan GoNews.co, Kamis (11/5/2017), di Kota Parepare, dalam rangka mengisi acara "Parepare Ethnic Islamic Fashion Festival 2017".

"Iya sebagian orang memandang dunia modeling adalah bagian dari seni. Ada juga yang beranggapan model itu negatif. Sebenarnya tergantung mas, bagaimana kita membawa diri," ujarnya.

"Kalau saya pada intinya profesional saja. Tidak mau macem-macem seperti dunia malam dan hal-hal negatif lainnya. Kita diundang untuk pentas di atas catwalk, berusaha tampil sebagus mungkin, dan terakhir ya nunggu honor," canda Ita dengan senyuman khasnya.

Baginya, menjaga sikap dan kesopanan adalah kunci dirinya sukses. "Iya dong, kalau kitanya saja kecentilan, dan gak bener ya pasti dianggap negatif. Makanya saya punya keinginan dunia model ini bisa lebih maju dan tetap mengedepankan Trend positif, benar-benar model yang benar," tukasnya.

Apalagi kata dia, saat ini dunia model memang berkembang dengan sangat pesat. Bahkan wajah-wajah baru dan lebih muda darinya sudah bermunculan. Itulah mengapa dia semakin bersikap profesional guna bersaing dengan para pendatang baru.

"Saingan dalam arti kata hukum alam mas, bukan saingan tidak sehat lho ya, karena kita juga menyadari makin kesini kan usia bertambah juga. Ya saya berharap model-model baru bisa menjaga sikap dan tetap pada jalurnya, jadi Image yang sudah kita bangun tidak ternoda," tukasnya.

Awal Karier Cut Mutia di Dunia Modeling

Pada awalnya, Cut Ita memang tak punya banyak pengalaman, namun keinginan serta keyakinan yang kuat, mendorongnya untuk memberanikan diri terjun ke dunia model dengan tujuan untuk cari uang jajan sendiri.

Maklum, karena Cut Ita merantau atau hijrah dari Aceh ke Jakarta pada tahun 2000 itu, yang otomatis dituntut lebih mandiri sencara ekonomi. Tanpa disangka, kesuksesan dunia modeling berhasil menghantarkannya menjadi model yang berhasil dan cukup kondang saat ini.

Cut Ita sendiri memberanikan dirinya terjun ke dunia modeling pada tahun 2001 dengan masuk sekolah di Hokky Modeling. Ditahun yang sama, iapun sempat gabung dan dipercaya membawakan busana karya desainer ternama Ramli.

Setahun kemudian, Cut Ita pun bergabung dengan desainer yang juga artis yakni Arzety Bilbina, atau sekitar tahun 2002.

"Ya selama itu banyak sekali suka dukanya, saya harus banyak belajar dari para senior dan rajin mengikuti kegiatan-kegiatan model dengan honor yang tak seberapa, tapi kalau sekarang ya lumayan lah," ceritanya sambil tertawa.

Kemudian lanjutnya, iapun sempat bergabung dengan beberapa manajemen hingga pada tahun 2005 ia memutuskan untuk keluar dan menjadi freelance.

"Iya dua-duanya ada plus dan minusnya. Tapi saya jujur saja lebih nyaman sendiri menjadi freelance tanpa adanya keterikatan dengan manajemen," tandasnya.

Ita pun kerap dipanggil dan diajak membawakan busana-busana karya dari desainer kondang seperti Cintami Atmanegara, Dian Pelangi, Itang Yunas, Raizal Boeyoung, Yus Oktavia dan lainnya.

Sementara itu, di Parepare sendiri, Ita bukan satu-satunya model yang diboyong KDEI. Dirinya juga ditemani sesama model dari ibukota lainnya, yakni Emi Chaniago, yang asli Padang Sumatera Barat.

Baik Ita maupun Emi, akan berada di Kota Parepare, hingga tanggal 13 Mei 2017, guna tampil dalam fashion show yang ditaja Pemkot Parepare, dalam rangkaian kegiatan HUT Perkawinan Ainun Habibie, yang juga melibatkan beberapa model dari Makassar dan Gorontalo. ***
loading...
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww