Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
Politik
17 jam yang lalu
Orang Tua Murid Waspadalah! Ada Gambar Porno di Tugas Belajar Siswa
2
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
Hukum
16 jam yang lalu
Batalkan Pesanan, Takmir Masjid Dipukul dan Kemaluannya Ditarik Pengusaha Pasir
3
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
Hukum
15 jam yang lalu
Oknum Pendeta Cabul Dipecat dari Gereja Happy Family Center
4
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
Pendidikan
14 jam yang lalu
Diduga Keracunan, Ratusan Santri di Bengkulu Dilarikan ke Rumah Sakit
5
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
Politik
16 jam yang lalu
Aksi Tolak Omnibus Law Chaos di Yogyakarta
6
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Peristiwa
16 jam yang lalu
Polisi Amankan Sejumlah Orang yang Hendak Rusuh Saat Demo di Depan DPR
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Bapenda Kota Padang Lakukan Uji Petik Pajak Hotel dan Restoran

Bapenda Kota Padang Lakukan Uji Petik Pajak Hotel dan Restoran
Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Adib Alfikri (pakai kacamata)
Kamis, 11 Mei 2017 13:46 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang terus berupaya menggenjot realisasi pajak pendapatan hotel dan restoran yang pada tahun 2017 ini ditargetkan 100 persen. Salah sattu langkah Bapenda dengan melakukan uji petik pada objek pajak hotel dan restoran.


"Uji petik penting dilakukan, karena ini merupakan langkah awal untuk menentukan pajak pendapatan yang harus dibayar wajib pajak," kata Adib Alfikri, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Padang di ruang kerjanya, Kamis (10/5/2017).

Adib menjelaskan, poin penting yang menjadi perhatian saat dilakukan uji petik diantaranya jumlah pengunjung transaksi serta beberapa hal lainnya. "Besarnya pajak yang dibayarkan ditentukan dari jumlah pengunjung transaksi yang dilakukan dalam setiap bulannya. Pajak pendapatan besarnya 10 persen dari pendapatan," ungkapnya.

Ditambahkannya, Bapenda juga menurunkan tim pemeriksa pajak pendapatan hotel. Tim pemeriksa Menurut Adib langkah ini dilakukan Bapenda untuk mengantisipasi adanya "permainan" laporan keuangan yang dilakukan manajemen hotel. "Tim pemeriksa bertugas memeriksa laporan keuangan wajib pajak hotel sehingga bisa ditentukan berapa jumlah pajak pendapatan yang harus dibayarkan," jelasnya,

Dilanjutkan Adib, permainan laporan keuangan ganda kerap dilakukan manajemen hotel seperti Hotel Daima dan Hotel Axana. Adib mencontohkan, Hotel Daima biasanya membayar pajak pendapatan Rp80 juta setiap bulan sekarang hanya Rp50 juta.

"Bapenda tidak ingin kecolongan dengan adanya indikasi permainan manajemen Hotel. Untuk itu tim pemeriksa dituntut profesional saat melakukan pemeriksaan," ujar Adib.

Dengan adanya tim pemeriksa, ini juga menimalisir "permainan" oknum petugas pajak terutama pengawas. Adib optimis dengan uji petik dan tim pemeriksa, kebocoran pajak pendapatan hotel dan restoran akan makin kecil sehingga target 100 persen realisasi terpenuhi di akhir tahun.(***)

Kategori : Padang, GoNews Group, Ekonomi

Loading...
www www