Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Politik
13 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
Sumatera Barat
15 jam yang lalu
Sumatera Barat untuk Pertama Kali Tanpa Penambahan Kasus Covid-19
4
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
Politik
13 jam yang lalu
Logo Garuda di Gerindra Diganti Lobster, Prabowo Cs Masih Sabar
5
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Sumatera Barat
17 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
6
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Hukum
12 jam yang lalu
Tak Tahan Anu Suami Kecil, Karin Tega Selingkuh dan Tinggalin Mukidi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Bapenda Kota Padang Lakukan Uji Petik Pajak Hotel dan Restoran

Bapenda Kota Padang Lakukan Uji Petik Pajak Hotel dan Restoran
Kepala Dinas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Adib Alfikri (pakai kacamata)
Kamis, 11 Mei 2017 13:46 WIB
Penulis: Agib Noerman

PADANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang terus berupaya menggenjot realisasi pajak pendapatan hotel dan restoran yang pada tahun 2017 ini ditargetkan 100 persen. Salah sattu langkah Bapenda dengan melakukan uji petik pada objek pajak hotel dan restoran.


"Uji petik penting dilakukan, karena ini merupakan langkah awal untuk menentukan pajak pendapatan yang harus dibayar wajib pajak," kata Adib Alfikri, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Padang di ruang kerjanya, Kamis (10/5/2017).

Adib menjelaskan, poin penting yang menjadi perhatian saat dilakukan uji petik diantaranya jumlah pengunjung transaksi serta beberapa hal lainnya. "Besarnya pajak yang dibayarkan ditentukan dari jumlah pengunjung transaksi yang dilakukan dalam setiap bulannya. Pajak pendapatan besarnya 10 persen dari pendapatan," ungkapnya.

Ditambahkannya, Bapenda juga menurunkan tim pemeriksa pajak pendapatan hotel. Tim pemeriksa Menurut Adib langkah ini dilakukan Bapenda untuk mengantisipasi adanya "permainan" laporan keuangan yang dilakukan manajemen hotel. "Tim pemeriksa bertugas memeriksa laporan keuangan wajib pajak hotel sehingga bisa ditentukan berapa jumlah pajak pendapatan yang harus dibayarkan," jelasnya,

Dilanjutkan Adib, permainan laporan keuangan ganda kerap dilakukan manajemen hotel seperti Hotel Daima dan Hotel Axana. Adib mencontohkan, Hotel Daima biasanya membayar pajak pendapatan Rp80 juta setiap bulan sekarang hanya Rp50 juta.

"Bapenda tidak ingin kecolongan dengan adanya indikasi permainan manajemen Hotel. Untuk itu tim pemeriksa dituntut profesional saat melakukan pemeriksaan," ujar Adib.

Dengan adanya tim pemeriksa, ini juga menimalisir "permainan" oknum petugas pajak terutama pengawas. Adib optimis dengan uji petik dan tim pemeriksa, kebocoran pajak pendapatan hotel dan restoran akan makin kecil sehingga target 100 persen realisasi terpenuhi di akhir tahun.(***)

Kategori : Padang, GoNews Group, Ekonomi

Loading...
www www