Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Ikon Kota Parepare yang Dibuat Seniman Padang, Sumatera Barat

Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun, Ikon Kota Parepare yang Dibuat Seniman Padang, Sumatera Barat
Monumen Cinta Sejati Ainun Habibe, Kota Parepare. (GoNews.co)
Rabu, 10 Mei 2017 12:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PAREPARE- Sulawesi Selatan merupakan Provinsi yang kaya akan destinasi wisata. Selain Toraja dan Pinrang, Kota Parepare juga merupakan salahsatu kota tujuan wisatawan.

Apalagi sejak kepemimpinan Taufan Pawe. Dimana Walikota yang dikenal religius ini, mengubah Kota Parepare dengan membangun beberapa objek wisata baru, seperti TRS Pantai Parepare, dan Monumen Cinta Sejati Ainun Habibie.

Monumen Cinta Sejati Habibie-Ainun sendiri menurut Isteri Walikota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan, merupakan salahsatu bentuk penghargaan kepada almarhum Ainun dan mantan Presiden ke 3 BJ Habibie, sebagai tokoh yang sangat dihormati dan diidolakan di Kota Parepare.

"Patung ini dibuat bapak (Walikota Parepare, Taufan Pawe, red), selain untuk mengenang ibu Ainun dan Pak Habibie, juga sebagai ikon kota, makanya dibangun di sekitar Lapangan Andi Makassau berada di Jalan Veteran, pusat kota Parepare," ujar Erna.

Lapangan sepakbola ini juga berfungsi pula sebagai alun-alun kota. Di sudut barat daya lapangan inilah, atau di pojok kiri bawah kalau dilihat di peta, Patung Cinta Ainun-Habibie berdiri.

Patung yang seharga Rp1,8 miliar diresmikan pada 12 Mei 2015 yang lalu. Patung ini terlihat megah dengan posisi menghadap ke arah tengah lapangan, atau menyilang lapangan ke arah timur laut.

Dudukan patung, selebar 423 x 187 cm, juga ditempatkan di tengah kolam air berbentuk lingkaran. Tinggi patung, ujung rambut, diperkirakan sekitar 5,82 meter. Area bagian belakang patung dikelilingi pilar beton dan ornamen berbentuk pintu warna-warni. Pilar dan ornamen ala pintunya berpola cekungan dengan titik tertinggi sekitar 8 meter.

"Patung ini sendiri diresmikan langsung oleh Pak BJ Habibie bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-53 pernikahan BJ Habibie dengan almarhum Hasri Ainun Besari (Ainun Habibie)," ujarnya.

"Untuk tahun ini atau Hut ke- 55 pernikahan beliau, kita adakan serangkaian kegiatan diawali hari ini, hingga besok 13 Mesi 2017," ujar Erna Rasyid, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Pembina KDEI.

Menurut Erna, Walikota Parepare Taufan Pawe mempersembahkan patung itu sebagai penghormatan bagi Habibie, yang memang kelahiran Parapare, sekaligus untuk menambah obyek wisata di kota Parepare.

Lapangan Andi Makassau merupakan lapangan multi-fungsi. Berukuran lapangan sepakbola, dia biasa dipakai pertandingan sepakbola. Di pinggir lapangan sudah tersedia jalur untuk jogging.

Tidak sedikit juga para wisatawan memanfaatkannya untuk kongkong-kongkow. Pemerintah Kota Parepare sudah lama menyediakan free wifi dan arena bermain anak-anak. Dan tak cuma untuk menservis warganya, Pemkot Parapare juga menservis burung-burung merpati, dengan membuatkan kandang dan sarang di tepi lapangan. 

Sebagai alun-alun, Lapangan Andi Makassau biasa dipakai untuk berbagai kegiatan pertunjukkan seni dan budaya. Maret 2015 lalu pun, rombongan sirkus gajah menggelar pertunjukkan di sana.

Sedangkan saat lebaran Idul Fitri, masyarakat muslim Kota Parepare biasa melakukan salat disana.

Sebagai fasilitas untuk para wisatawan, Pemkot Parepare juga membangun kios makanan dan minumun, serta wc umum. Sebelumnya, lapangan ini terkenal sebagai mangkalnya para waria dan sering membuat kegaduhan disana. Namun setelah dibangun monumen tersebut, Pemkot berhasil mengubah Image jelek tersebut.

Patung Cinta Habibie-Ainun yang berdiri kokoh di sudut Barat Daya Lapangan Andi Makassau menjadi salah satu ikon baru Kota Parepare. Tak sedikit para wisatawan menghabiskan waktunya disini dan melakukan foto-foto atau sekedar kongkow-kongkow.

Menurut Erna Rasyid Tuafan, seniman yang membuat Patung Ainun-Habibie, adalah pematung hebat bernama Niel El Fuadi.

"Awalnya Niel kita percayakan membuat patung itu, karena dari presntase awal kita sudah langsung percaya kalau dia bisa. Bahkan dia mengibaratkan, mematung itu seperti pelawak yang merasa puas ketika tujuannya berhasil. Pelawak bertujuan membuat orang tertawa sedangkan pematung membuat orang sekali melihat karyanya langsung mengenali itu patung siapa," jelasnya.

Patung Habibie-Ainun ini sendiri sebelumnya akan dibuat dalam bentuk setengah badan tetapi setelah berdiskusi mengenai makna yang tertuang dalam filosofis patung, kemudian diputuskan dijadikan menjadi satu badan.

Tinggi patung Habibie dibuat  4 meter sedangkan patung almarhum istrinya, Ainun Habibie setinggi 3,82 meter.

Pematung yang merupakan orang asli Padang tersebut kata Erna, proses membuatnya unik dengan melalui tiga tahap yakni modelling, cetak fiber, kemudian pembuatan tahap akhir dengan langsung dicetak dengan menggunakan bahan perunggu.

"Iya tidak serta merta langsung dibuat seperti patung kebanyakan. Tapi memakai tahapan-tahapan yang ia kerjakan sendiri dengan timnya.

Kini pun Kota Parepare kian meriah dan gemerlap dimalam hari. Lampu-lampu hias serta air mancur di sekitar Monumen, terlihat apik dan bikin betah para pengunjungnya. ***
loading...
wwwwww