Ibunya Dirampok, Kameramen CNN Indonesia Minta Polisi Segera Mengusut dan Mencari Pelakunya

Ibunya Dirampok, Kameramen CNN Indonesia Minta Polisi Segera Mengusut dan Mencari Pelakunya
Ilustrasi.
Rabu, 10 Mei 2017 13:54 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Siti Maryam (52 tahun), ibu dari juru kamera CNN Indonesia Mochammad Amin Antoro, menjadi korban perampokan dan penganiayaan. Peristiwa itu terjadi di rumah Siti di Jati Asih, Bekasi, pada Jumat (5/5/2017) yang lalu.

Hal itu diceritakan Amin kepada sejumlah awak media termasuk GoNews.co disalah satu group Whatsapp Wartawan di Jakarta, Rabu (10/5/2017).

"Kepala ibu saya dibenturkan tiga kali, lalu leher diikat dengan kabel charger handphone," ujarnya.

Amin berharap Kepolisian segera mengusut kasus itu dan segera menemukan pelakunya.

Berikut ini curhatan Amin Antoro di group Whatsapp wartawan.

Saya Mochammad Amin Antoro saat ini bekerja di CNN Indonesia. Saya ingin menginfokan bahwa ibu kandung saya dengan nama Siti Maryam usia 52 tahun telah menjadi korban perampokan dan penganiayaan pada hari Jumat tanggal 5 MEI 2017.

Kronologi kejadian

Saya ingin menginfokan bahwa ibu kandung saya dengan nama Siti Maryam usia 52 tahun telah menjadi korban perampokan dan penganiayaan pada Jumat, 5 Mei 2017.

Ada seorang pria yang berpura-pura ingin membeli talang air di rumah ibu saya. Pria itu datang sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya dia datang berjalan kaki dan meminta minum karena lelah sehabis berjalan kaki.

Setelah pria tersebut disuguhkan minuman, pria tersebut selanjutnya mulai tawar-menawar harga dengan bapak saya yang sedang tidak ada di rumah. Proses tawar-menawar terjadi melalui saluran telepon ibu saya.

Setelah terjadi kesepakatan, pria tersebut lalu beralasan ingin menunggu bapak saya pulang sampai di rumah. Sekitar pukul 17.30 WIB turun hujan lebat. Pria itu yang sebelumnya berada di luar rumah, akhirnya dipersilakan masuk dan ibu saya menyuguhkan minuman kedua berupa kopi yang awalnya diminta pula oleh pelaku.

Selanjutnya saat azan maghrib, sekitar pukul 18.00 WIB pelaku menyuruh ibu saya sholat. Namun ibu saya menolak dengan alasan pria tersebut belum pergi dari rumah. Akhirnya pria tersebut pun berpura-pura pamit pulang dan ingin meminjam payung karena kondisi cuaca yang masih hujan.

Selanjutnya saat ibu saya mengambil payung ke ruang tamu, di saat itulah pelaku melancarkan aksinya, membuat ibu saya tak sadarkan diri. Lalu ibu saya tersadar sedang berada di depan kamar mandi.

Saat ibu saya sadar itu, pelaku sudah mencekik leher ibu saya, lalu ibu saya minta tolong dan minta ampun. Selanjutnya pelaku malah berteriak ingin membunuh ibu saya lalu mencopot jilbab yang dipakai oleh ibu saya untuk menyumpal mulutnya. Setelah itu ibu saya dibenturkan kepalanya sebanyak 3 kali lalu leher diikat dengan kabel charger handphone.

Setelah itu ibu saya dibenturkan kepalanya sebanyak 3 kali lalu leher diikat dengan kabel charger handphone.

Pada saat itu ibu saya kembali tidak sadar dan si pelaku kabur membawa kalung yang dipakai dan handphone ibu saya setelah memastikan kalau ibu saya sudah meninggal. Namun sekitar 20 menit setelah pelaku kabur, ibu saya kembali sadar dan mencoba berjalan ke depan pintu rumah dengan kondisi berlumuran darah. Dan akhirnya ibu saya meminta tolong dan warga berdatangan. ***
loading...
wwwwww