Diikuti 30 Peserta, Lomba Perahu Hias "Lovely Ainun-Habibie" Berlangsung Meriah di TRS Parepare

Diikuti 30 Peserta, Lomba Perahu Hias Lovely Ainun-Habibie Berlangsung Meriah di TRS Parepare
Para peserta saat mengikuti lomba, Sekda Kota Parepare (baju putih) dan Ibu walikota Hj Erna Rasyid (jilbab hitam). (GoNews.co)
Rabu, 10 Mei 2017 17:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PAREPARE - Diikuti sekitar 30 peserta, lomba perahu hias dalam rangka memperingati HUT Perkawinan Habibie-Ainun ke-55 yang bertajuk "Lovely Ainun-Habibie 2017" berlangsung meriah di RTS Parepare, Rabu (10/5/2017).

Dari pantauan GoNews.co, berbagai perahu dengan bermacam-macam hiasan bertemakan "Cinta Ainun-Habibie" dan Wisata Bahari, melintas satu persatu didepan panggung kehormatan.

Dari 30 peserta, tampak juga perahu dengan hiasan terbesar dan termegah dari Dinas Sosial, yang mendapat aplaus dari para hadirin, termasuk istri Walikota Parepare bersama jajaran Forkominda yang menyaksikan langsung jalannya lomba.

Acara ini sendiri dibuka langsung oleh Sekda Kota Parepare Andi Mustafa Mapangara. Dalam perbincangan dengan GoNews.co, Andi mengatakan, acara lomba perahu hias ini merupakan agenda tahunan untuk mempromosikan wisata bahari.

"Jadi begini, dulunya itu, yang pertama kali mempromosikan olahraga air dengan jetsky di Sulawesi Selatan ini pak Andi Matalata di kota Parepare ini. Jadi kita meneruskan dengan mengisi berbagai lomba bahari termasuk perahu hias," tukasnya.

Kedepannya kata dia, agenda ini akan dijadikan agenda tahunan yang akan bekerjasama langsung dengan Kementerian Pariwisata. "Selama ini kan masih bersifat lokal, dan Pak Wali berencana menjadikan iven ini sebagai iven nasional," paparnya.

Sementara itu, diakhir acara lomba, para tamu dari Komunitas Desainer Ethnic Indonesia KDEI dengan Istri Walikota Parepare Erna Rasyid Tuafan, berkesempatan menumpangi salah satu perahu hias dan berkeliling lintasan.

Namun ditengah perjalanan, penumpang yang didominasi ibu-ibu ini merasa ketakutan dan meminta pulang ke pentas utama.

"Perasaan kita campur aduk, antara senang dan takut. Ya namanya juga ibu-ibu ketakutan akhirnya kita gak jadi nerusin deh," ujar Erna usai menaiki perahu.

Namun demikan, Erna Rasyid mengaku bangga dan senang karena acaranya berjalan sukses dan meriah. "Alhamdulilah, meski masih bertaraf lokal acaranya sukses. Kedepan insya allah mohon doanya saja, supaya bisa jadi iven nasional. Kemauan kita sebenarnya meski taraf lokal, yang terpenting langgeng. Jangan sampai meriah hanya sekali terusnya malah gak ada lagi," pungkasnya. ***

wwwwww