Soal RUU Penyelenggaraan Pemilu, Hanura Anggap Presidential Threshold Masih Relevan

Soal RUU Penyelenggaraan Pemilu, Hanura Anggap Presidential Threshold Masih Relevan
Sekjen Hanura Sarifuddin Sudding. (istimewa).
Senin, 08 Mei 2017 14:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Sarifuddin Sudding menilai ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) masih relevan. Saat ini, fraksi-fraksi di DPR masih belum satu suara soal presidential threshold ini.

"Ya saya kira masih relevan untuk diberlakukan, menyangkut masalah angka nanti kita bicarakan," ujar Sudding di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (7/5/2017). 

Sudding mengatakan masih ada beberapa fraksi yang meminta agar presidential threshold 0 persen. Namun, ada juga yang bertahan diangka 15-20 persen. 

"Saya kira masih relevan untuk diberlakukan, angka nanti kita bicarakan pada kesepakatan saat pertemuan antar sekjen," imbuhnya. 

Sudding mengatakan bahwa nanti malam akan ada pertemuan antar Sekjen Partai. Ini adalah kegiatan rutin kesekjenan. 

"Nanti malem juga akan kita lanjutkan pertemuan di Hotel Borobudur. Banyak hal point krusial yang akan dibahas sebelum ada kesepakatan di panja soal ruu pemilu," 

"Saya kira menyangkut masalah kebhinekaan kita, juga masalah kebangsaan. Selain itu ada hak angket," pungkasnya. ***

wwwwww