Sumbar Tuan Rumah Penas KTNA 2020

Sumbar Tuan Rumah Penas KTNA 2020
Jum'at, 05 Mei 2017 01:13 WIB
PADANG - Sumatra Barat (Sumbar) terpilih secara aklamasi menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) XVI pada tahun 2020. Terpilihnya, Sumbar merupakan yang pertama kali secara aklamasi musyawarah dan mufakat. Karena biasanya penetapan tuan rumah melalui voting terlebih dahulu.

"Dipastikan pada Penas KTNA XVI mendatang pada tahun 2020, Sumbar akan bertindak menjadi tuan rumah, dipilihnya Sumbar ini secara aklamasi dalam ''Rembuk Utama KTNA'' se-Indonesia dikarenakan peserta yang menghadiri Penas KTNA di Aceh sangat terkesan dengan pemaparan presentasi yang disampaikan Gubernur Irwan Prayitno, sehingga para peserta yang hadir memilih Sumbar untuk jadi tuan rumah secara spontan,'' ujar Kabiro Humas Setdaprov Sumbar, Jasman saat dihubungi, Kamis (4/5/2017).

Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan forum pertemuan yang telah berlangsung sejak tahun 1971 serta menjadi bagian yang sangat strategis dalam upaya membangun kesepaham diantara berbagai stakeholder sektor pertanian maupun perikanan.

''Ini merupakan forum untuk saling bertukar pikiran Informasi antar kemitraan jejaring kerjasama antar petani, nelayan, peneliti, penyuluhan, pihak swasta dan pemerintah,'' katanya.

Jasman  juga menambahkan kegiatan PENAS di Kota Padang Sumbar tentu diharapkan  menjadi momentum kebangkitan KTNA untuk masa depan petani - nelayan secara nasional. Karena Sumatera Barat memiliki  potensi, produksi, pengolahan hasil tani dan nelayan serta  pemasaran yang berdaya saing demi meningkatkan kedaulatan pangan, kesejahteraan guna menunjang pembangunan berkelanjutan.

''Untuk itu kita harapkan kegiatan PENAS KTNA di Sumatera Barat nantinya akan mampu mengairahkan sektor pertanian dan perikanan yang mampu membangkitkan semangat menuju kemandirian, ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia,'' tukasnya.

Sekretaris Pangan Yuswarsyah Mamak mengatakan penyelenggaraan Penas KTNA ke XVI tahun 2020 di Kota Padang Sumatera Barat tentu menjadi momentum dalam mengenjot  potensi ekonomi yang cukup banyak. Perairan pantai barat serta kawasan Kepulauan Mentawai memiliki banyak kehidupan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Nelayan dapat menangkap beragam jenis ikan di kawasan ini. Ikan kerapu, udang, rumput laut, kepiting, dan mutiara merupakan beberapa hasil perikanan laut andalan.

Daerah pesisir pantai, terutama kawasan Kepulauan Mentawai menghasilkan banyak kelapa. Di daerah perbukitan dan pegunungan terdapat perkebunan karet, cengkeh, dan lada. Kawasan pegunungan yang ditutupi hutan juga menghasilkan kayu. Medan yang berat karena banyaknya lereng perbukitan atau pegunungan yang curam merupakan tantangan utama pengembangan sektor pertanian dan perkebunan di provinsi Sumatera Barat ini.

''Kita juga melihat tekad Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menambah areal tanam padi melalui pencetakan sawah baru dan mendorong gerakan pengelolaan tanaman terpadu guna mengejar target produksi 3 juta ton per tahun. Peningkatan areal tanam padi tahun ini ditarget mencapai 534.824 hektare atau tumbuh 0,86% dari luas tanam tahun sebelumnya yang hanya 507.545 hektare,'' tutupnya. ***
loading...
Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Pemerintahan, GoNews Group, Padang, Sumatera Barat
wwwwww