Kasus Lapas di Pekanbaru, Kasubdit Komunikasi Dirjen PAS: Petugas Masih Memburu Napi yang Kabur

Kasus Lapas di Pekanbaru, Kasubdit Komunikasi Dirjen PAS: Petugas Masih Memburu Napi yang Kabur
Istimewa.
Jum'at, 05 Mei 2017 16:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jumlah pasti Nara pidana di Lapas Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau pada Jumat (5/4/2017), hingga saat ini belum diketahui.

Namun menurut Ksubdit Komunikasi Dirjen PAS, Syarpani mengatakan, petugas dari Kepolisian dan internal masih terus mengejar para napi yang kabur.

"Begitu kejadian petugas dari Brimobda Riau langsung bergerak, namun saya belum bisa memastikan berapa jumlah Napi yang kabur. Akses menghubungi kesana belum bisa, saya kebetulan masih di Bali," ujarnya saat dihubungi GoRiau.com (GoNews Group).

Yang jelas kata dia, para napi yang kabur, terjadi sebelum salat jumat. "Iya sebelum salat ada pengerahan masa yang berikutnya diperkirakan ratusan narapidana berada di luar. Sekarang ini ya baru tahap tindakan, penyelesaian, jadi kepastian soal berapa yang kabur itu masih dalam pengecekan," tandasnya.

Namun demikian kata dia, pihak keamanan sedikit menemui kendala saat pengecekan. Karena menurutnya petugas lapas di Pekanbaru tersebut sangat terbatas.

"Iya isi lapas itu sekitar 1.300 orang sementara kapasitas sebenarnya adalah 300 san orang, dicek satu persatu ke kamar. Inilah kenapa data lengkapnya belum sampai ke kita," tukasnya.

Untuk informasi awal ujarnya, saat ini koordinasi sudah dilakukan pihak Lapas dan Kepolisian. "Saat info ada kejadian rusuh itu, Brimob langsung ke TKP. Sebenarnya bukan kabur, informasi yang saya dapat ada aksi massa para Napi sebelum jumatan, jadi inilah yang masih kita selidiki. Intinya mereka memanfaatkan moment salat jumat," tukasnya.

"Sebenarnya pihak lapas itu memberikan hak-hak rohani bagi mereka untuk ibadah. Namun isi kepala tidak sama malah dibalas dengan begini. Ya intinya suda kita tangani ini. Tidak ada gesekan dengan petugas. Karena petugasnya sendiri sangat terbatas," urainya.

Dan menurutnya, saat ini semua akses keluar sudah di blok pihak Keamanan di Pekanbaru. ***
loading...
wwwwww