Rumah Pedagang Karet di Dharmasraya Ini Disatroni Perampok

Rumah Pedagang Karet di Dharmasraya Ini Disatroni Perampok
Peristiwa perampokan di rumah pedagang karet di Nagari Tebing Tinggi, Pulau Punjung, Dharmasraya, Rabu 3 Mei 2017 sekira pukul 04.00 WIB.
Kamis, 04 Mei 2017 02:50 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA- Peristiwa kriminal perampokan dengan tindak kekerasan kembali terjadi di rumah salah seorang warga di kawasan Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Rabu 3 Mei 2017, sekira pukul 04.00 WIB.

Korban perampokan tersebut bernama H. Abuzar (58) bersama istrinya yang bernama Hj Delmisteti(48). Mereka sekeluarga mengalami perampokan menjelang Shubuh Rabu dinihari. Menurut pengakuan korban, pelaku datang dan langsung menodongkan senjata api jenis pistol dalam melakukan aksinya.

Dalam pengakuan korban, Abuzar yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang karet ini mengatakan, pada awalnya datang suara sepeda motor memasuki halaman rumah saya. Saat itu saya tidak menyangka yang datang itu adalah pelaku perampokan, saya mengira yang datang adalah anak laki- laki saya baru pulang.

"Waktu kejadian sangat cepat sekali, setelah memasuki halaman rumah, pelaku langsung memukul pintu rumah saya menggunakan palu yang sangat besar. Akibatnya, pintu masuk rumah saya menjadi rusak dan hancur. Kemudian, berapa orang pelaku masuk ke dalam rumah saya sembari menodongkan pistol ke arah saya dan istri saya,"jelasnya.

Salah seorang dari mereka berteriak kepada saya sembari mengatakan dimana uang disimpan. Saya bilang kepada mereka, tidak ada uang. Karena ucapan saya tersebut, mereka semakin beringas. Saya terus diancam menggunakan senjata. Kerena jumlah mereka cukup banyak, salah satu dari mereka malah memukul istri saya pada bagian kepala, seketika istri saya terjatuh dengan bagian kepala mengucurkan darah yang langsung berserakan di lantai rumah. Melihat kondisi tersebut, saya kalap, dan kemudian tanpa pikir panjang segera menyerahkan uang tunai lebih kurang enam juta rupiah kepada mereka.

"Setelah mengambil uang, para pelaku perampokan yang datang menggunakan 2 buah sepeda motor tersebut langsung kabur dari rumah saya. Melihat mereka kabur, saya segera berteriak dan minta pertolongan kepada warga sekitar. Anak perempuan saya yang terbangun karena peristiwa tersebut juga sangat terkejut. Saat ini, kondisinya masih trauma berat akibat kejadian tersebut, "jelasnya.

Tetangga yang mengetahui peristiwa tersebut segera berdatangan ke rumah kami. Kemudian, istri saya yang mengalami luka pada bagian kepalanya segera dibawa oleh warga ke klinik terdekat. Pengakuan istri korban Hj Delmisteti yang ditemui gosumbar di klinik kesehatan di Kampong Barau, Sikabau menyebutkan, "Saat peristiwa itu terjadi, saya tadinya di dalam kamar lagi tidur, mendengar suara yang sangat keras, saya dan suami keluar dari kamar, ternyata ada perampok masuk ke rumah kami. Kemudian, saya dan suami juga ditodongkan pistol, saya tidak bisa berkutik dan salah satu dari mereka memukul saya menggunakan tangkai pistol. Tak ayal, saya terjatuh dengan kepala berlumuran darah. Pengamatan saya, jumlah pelaku lebih dari 3 orang karena di luar rumah juga ada yang standbye di sepeda motor mereka," terangnya.

Saat ini, para pelaku perampokan terhadap pedagang karet di Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya sedang diburu oleh anggota Sat Reskim Polres Dharmasraya. (***)
loading...
Editor:Jontra
Kategori:Dharmasraya, GoNews Group, Hukrim
wwwwww