Laporan Khusus World Press Freedom Day 2017

Hadiri Puncak Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia, Jokowi: Selamat Datang di Rumah Jurnalis Paling Bebas di Dunia

Hadiri Puncak Peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia, Jokowi: Selamat Datang di Rumah Jurnalis Paling Bebas di Dunia
Foto: Ismail/GoNews.co
Kamis, 04 Mei 2017 12:34 WIB
Penulis: Ismail dan Muslikhin Effendy
JAKARTA - Presiden Joko Widodo menghadiri puncak peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia 2017 di Jakarta Convention Center, Rabu (3/5/2017) malam. Ia memberi salam kepada insan pers sejagat yang hadir dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia. Dia menyebut Indonesia sebagai negara dengan pers paling bebas sedunia.

"Selamat datang di Indonesia, rumah dari jurnalisme paling bebas dan paling bergairah di seluruh dunia," ujar Jokowi.

Dari pantauan GoNews.co, sekitar 1.300 jurnalis dari luar dan dalam negeri serta undangan yang hadir bertepuk tangan mendengarkan pidato presiden dalam bahasa Inggris. Presiden juga sempat menceritakan jalannya demokrasi di Indonesia psca krisis moneter 1997. 

Sejak saat itu sampai sekarang, ekonomi Indonesia tumbuh 300 persen. Suksesi kepemimpinan dengan damai juga sudah tercapai dalam dua dasawarsa terakhir. Semua itu tercapai juga berkat peran pers.

"Karena sejak era reformasi, pers yang bebas dan bergairah telah memainkan peran yang kritis, memerangi korupsi, namun tetap menghibur kita semua," kata Jokowi.

Pers telah membuat demokrasi menjadi lebih dinamis. Namun di era terkini, jurnalisme mendapat tantangan baru.

"Hari ini jurnalisme mendapat tantangan yang besar berupa hoax, berita palsu, dan ujaran kebencian," ucap Jokowi.

Untuk itu, presiden mengajak insan pers meluruskan kabar-kabar bohong yang berseliweran di era teknologi informasi seperti saat ini. Hoax menjadi tantangan jurnalisme.

"Media semestinya meluruskan kalau ada berita-berita yang tidak benar, ada berita-berita bohong, ada hoax, ada ujaran-ujaran yang tidak baik," ujar Presiden.

Lewat pencerahan oleh media, publik diselamatkan dari jalan sesat yang ditawarkan hoax. Pelurusan oleh media massa membuat masyarakat mendapat informasi yang benar. "Jangan malah ada berita yang nggak benar malah nggak diluruskan, malah diangkat atau diviralkan," kata Jokowi.

Jokowi menyatakan Indonesia adalah negara dengan kebebasan pers yang unggul. Pers juga berperan dalam demokrasi lewat sikap kritis dan antikorupsi.

"Wartawan ini sudah mendapat kebebasan yang amat sangat di dunia, terutama di Indonesia, sebagai bagian dari cita-cita reformasi dulu. Tapi namanya kebebasan, harus ada tanggung jawabnya," ujar Jokowi. 

Pada kesempatan itu, UNESCO memberikan penghargaan kepada jurnalis keturunan Eritrea, Dawit Isaak yang dipenjara dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya atas keberanian dan komitmennya terhadap kebebasan pers. Penghargaan Guillermo Cano World Press Freedom Prize 2017 diterima oleh anaknya Betlehem Isaak. 

Sore nanti rangkaian kegiatan peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2017 akan berakhir. Pada acara penutupan yang akan dimulai pukul 15:45, akan dibacakan Deklarasi Jakarta. ***

wwwwww