Nasional

Sudah Bayar Rp17 Juta Sejak 2015, 800 Jamaah Gagal Berangkat Umrah

Sudah Bayar Rp17 Juta Sejak 2015, 800 Jamaah Gagal Berangkat Umrah
Kakbah. (int)
Selasa, 02 Mei 2017 14:15 WIB
JAKARTA - Sekitar 800 jamaah yang masing-masing sudah membayar Rp17 juta kepada perusahaan travel Sinergi Cahaya Insani (SCI), belum juga diberangkatkan perusahaan tersebut ke ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah umrah.

Dikutip dari republika.co.id, perusahaan tersebut diduga ikut Koperasi Pandawa Group yang beberapa waktu lalu terjerat kasus investasi bodong di Polda Metro Jaya.

Salah satu jamaah yang gagal berangkat, Indah Pertiwi (25 tahun) menceritakan tentang kasus yang dialaminya tersebut.

Menurut dia, pada awalnya SCI selalu berhasil memberangkatkan jamaah umrah, sehingga Indah bersama kedua orang tuanya pun mendaftar sejak 2015 lalu dengan biaya masing Rp17 juta.

Kemudian, SCI pun menentukan jadwal pemberangkatannya pada 26 Februari 2017 lalu. Namun, pihak SCI terus mengundur jadwal pemberangkatan itu hingga saat ini, sehingga para jamaah pun protes dan ingin uangnya dikembalikan saja. Walaupun, saat ini, sebagian jamaah yang sudah berumur masih berharap bisa tetap berangkat.

''Ternyata setelah diselidiki, kan nama umrah itu Sinergi Cahaya Insani, dia itu katanya ikut travel PG. Dan pihak manajemennya itu--bagian direktur dan segala macamnya--lepas tangan semua,'' ujar Indah kepada Republika.co.id, Selasa (2/5).

Karena itu, menurut Indah, para jamaah hingga saat ini belum menemukan kepastian. Pasalnya, travel SCI ini tidak terdaftar di Kementerian Agama, sehingga untuk mengadu ke Kementerian Agama pun susah.

''Jadi kita masih kayak nggak ada kepastian gitu. Soalnya kan kalau kayak kasus First Travel itu kan terdaftar di Kementerian Agama, sedangan si SCI ini tidak terdaftar,'' kata Indah, yang tinggal di Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Indah menuturkan, setidaknya ada 800 jamaah yang gagal diberangkatkan SCI. Namun, Indah dan jamaah lainnya sampai saat ini belum berani melaporkan kasus ini ke polisi lantaran tidak mengerti hukum.

Selain itu, bukti-bukti kwitansi pembayarannya sendiri masih ada di koordinator pemberangkatan yang juga tidak mau bertanggung jawab.

Menurut Indah, SCI sebenarnya juga hanya mengumpulkan para jamaah. Sedangkan pengurusan visa dan segala macamnya diserahkan kepada Travel Alfir yang berlokasi di Kalibata. Karena itu, paspor Indah dan kedua orang tuanya saat ini juga ditahan oleh Travel Alfir. ''Kayaknya sih SCI ini punya utang sama Alfir dan kalau mau ambil paspor itu harus nebus Rp 3 juta,'' kata Indah.

Akibat adanya kasus ini, menurut Indah, kantor SCI yang beralamat di Jalan Mujair Raya, RT 1 RW 8, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menjadi sepi dan karyawannya sudah tidak ada. Indah kini hanya berharap agar uang ratusan jamaah tersebut bisa dikembalikan saja.

''Harapannya kan niatnya ini untuk ibadah. Harapannya sih kayaknya udah nggak bisa betangkat ini kalau menurut saya. Jadi harapannya bisa refund aja,'' ujarnya.***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww