Tabrakan Maut di Puncak

Wanita Hamil 5 Bulan Terlindas Avanza Saat Duduk di Warung, Suami Disuruh Pilih Anak atau Istri

Wanita Hamil 5 Bulan Terlindas Avanza Saat Duduk di Warung, Suami Disuruh Pilih Anak atau Istri
Hanifah (29 tahun), ibu hamil yang menjadi korban tabrakan bus di Puncak, Ahad (30/4). (republika.co.id)
Senin, 01 Mei 2017 07:49 WIB
CIANJUR - Kecelakaan maut di Jalan Puncak Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Ahad (30/4), merenggut belasan jiwa dan menyebabkan beberapa orang terluka parah.

Salah seorang korban yang lukanya cukup parah adalah Hanifah (29 tahun). Korban yang tengah hamil ini harus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Hanifah merupakan warga Kampung Pengkolan RT 01 RW 03, Desa Ciloto Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Pada saat kejadian korban duduk di warung saudaranya yang berada di jalan utama Puncak Cianjur-Bogor.

''Istri saya sedang hamil lima bulan,'' ungkap suami korban, Ayep Ramdani (25), yang tengah mendampingi istrinya mendapatkan perawatan di instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Cimacan Ahad (30/4) malam. 

Ia mendapatkan kabar istrinya mengalami kecelakaan dari temannya pada Ahad siang. Awalnya, Ayep mengatakan, ia tidak percaya akan informasi tersebut. Namun setelah dicek ternyata istrinya benar menjadi salah satu korban kecelakaan pada saat berada di warung milik saudaranya di pinggiran Jalan Raya Puncak, Cianjur.

Ayep mengungkapkan, istrinya terlindas oleh mobil Avanza putih yang tertabrak bus pariwisata dari arah Bogor ke Cianjur. Saat ini, lanjut dia kondisi istrinya tersebut mengalam luka cukup parah. Di antaranya mengalami luka pada bagian leher dan bagian jantung terendam darah.

''Informasi dari tim medis menyebutkan harus memilih antara ibu atau anaknya,'' ujar Ayep dengan nada sedih. 

Namun ia masih berharap kondisi istri dan anaknya bisa diselamatkan. Rencananya terang dia istrinya tersebut akan segera dirujuk ke ESHS Bandung untuk penanganan lebih lanjut. 

Informasi yang diterimanya, biaya pengobatan selama perawatan ditanggung oleh Jasa Raharja. Menurut Ayep, istrinya tersebut tengah mengandung anak ketiga. Sehari-harinya Ayep bekerja di bidang foto jari di kawasan Rindu Alam, Puncak, Cianjur. Sementara istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. 

Sebelumnya, pada Ahad sekitar pukul 10.30 WIB sebuah bus pariwisata Qitrans dari arah Bogor menuju Cianjur mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan dan warga yang ada di depannya di Jalur Puncak Cianjur.

Dampaknya, sebanyak 58 orang warga menjadi korban. Rinciannya sebanyak sebelas orang meninggal dunia, lima luka berat dan 42 orang luka ringan. Ke-11 orang yang meninggal dunia adalah Willy Chandra, Yoyo Yohanes, Wagiroen, Mamad (60), Suyono (50), Suyatna (55), Siti Masitoh (45), Sudinar, Jajang, Martin (30), dan Mimi (32).***
loading...
Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa
wwwwww