Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa
17 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
2
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
Politik
3 jam yang lalu
Awalnya Nantang Netizen, Kini Denny Siregar Nuntut Telkomsel gegara Data Pribadinya Tersebar
3
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
3 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
4
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
3 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
5
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
Politik
3 jam yang lalu
Ekspor Benur Lobster Dibuka, Fahri: Lobster Bisnisnya Nelayan Miskin
6
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Politik
4 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Loading...
Home  /   Berita  /   GoNews Group

Ketua Pansus III DPRD Padang, Faisal Nasir: Program OPD Tidak Bersentuhan dengan Visi Misi Walikota

Ketua Pansus III DPRD Padang, Faisal Nasir: Program OPD Tidak Bersentuhan dengan Visi Misi Walikota
Faisal Nasir (kanan)
Jum'at, 28 April 2017 14:09 WIB
Penulis: Agib Noerman
PADANG -  DPRD Padang menyebut anggaran belanja langsung yang dianggarkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Padang tidak bersentuhan langsung dengan visi misi walikota. Padahal, visi misi adalah janji walikota kepada warga Kota Padang yang harus direalisasikan. Pendapat ini disampaikan Ketua Pansus I DPRD Padang, Faisal Nasir terkait evaluasi LKPj Walikota Padang tahun anggaran 2016.

Anggota Fraksi PAN ini mencontohkan, program walikota menjadikan Kota Padang sebagai kota religius tidak sejalan dengan program Subuh Mubharokah. Faisal mempertanyakan apakah dengan kegiatan Subuh Mubharokah sudah menjadikan Padang sebuah kota religius.

"Sisi lain, masih marak tempat-tempat hiburan malam yang mengandung unsur maksiat, seperti terjadinya prostitusi online. Ini pertanda bahwa program yang disusun OPD tidak sinergi dengan visi misi walikota," kata Faisal Nasir, Kamis (27/4/2014).

Kemudian, Faisal juga menjelaskan program mencetak 10 ribu wirausahawan baru yang hingga saat ini tidak jelas ujungnya. Diterangkannya, dari pembahasan dengan OPD terkait penganggaran belanja langsung dalam mencetak 10 ribu tidak tergambarkan.

Faisal melihat tidak sinerginya program OPD dengan visi misi walikota ada kesan bahwa dalam setiap penganggaran belanja langsung, OPD asal copy paste saja. "Kinerja kepala OPD tidak maksimal dalam menyusun anggaran belanja langsung pada institusi yang dipimpinnya," tegas Faisal.

Sektor lain yang menggambarkan kurangnya sinergi program OPD dengan visi misi walikota yaitu pada sektor pariwisata. Faisal memang mengapresiasi Walikota Mahyeldi yang mampu menjadikan Pantai Padang sebagai ikon pariwisata. Namun, menurutnya konsep Kawasan Wisata Terpadu yang digagas tidak pernah terealisasi.

Diharapkan Faisal, ke depan para pimpinan OPD hendaknya dalam menyusun anggaran belanja langsung harus mensinergikan dengan 10 program unggulan yang sudah dikampanyekan Walikota Mahyeldi sebelum terpilih dulu. (***)


Loading...
www www