Gubernur NTB Ingatkan Penyelenggara Miss Indonesia Saling Menghargai

Gubernur NTB Ingatkan Penyelenggara Miss Indonesia Saling Menghargai
Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi.
Selasa, 25 April 2017 18:15 WIB
MATARAM- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGH Muhammad Zainul Majdi mengingatkan pihak penyelenggara Miss Indonesia saling menghargai, sehingga tidak terjadi lagi wakil NTB dalam ajang Miss Indonesia bukan berasal dari NTB.

"Pada intinya kami menghargai semua kontribusi, tetapi tolong kalau merepresentasikan NTB harus ada keterlibatan daerah," kata Muhammad Zainul Majdi di Mataram, Selasa (25/4), saat dikonfirmasi terkait kontroversi asal-usul pemenang Miss Indonesia 2017 Achintya Holte Nilsen yang disebut mewakili NTB.

Menurut gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini, membangun pariwisata itu butuh kerja bersama dan tidak cukup oleh pemerintah daerah atau pemerintah pusat, melainkan perlu ada keterlibatan semua pihak.

''Jadi saya dan semua masyarakat NTB menyambut baik kalau ada inisiatif dan kontribusi semua pihak, termasuk dari swasta atau dari siapa pun mempromosikan pariwisata NTB. Prinsipnya kita menghargai, mengapresiasi kontribusi siapa pun untuk membangun pariwisata,'' jelasnya.

Namun demikian, kalau sudah bicara tentang representasi daerah, harus ada aturan yang jelas sehingga tidak bisa sembarangan mengatakan ini wakil NTB. Padahal ketika ditelisik ternyata bukan warga NTB.

''Saya tidak tahu juga kenapa bisa mewakili NTB dan saya juga tidak mengerti dan belum mendalami berita itu. Hanya mendengar sekilas saja. Tetapi pada intinya kita menghargai semua kontribusi, namun tolong kalau merepresentasikan NTB harus ada keterlibatan daerah,'' katanya.

TGB menilai, jika daerah dilibatkan tentunya akan ada kontestasi. Namun, kontestasi itu bukan yang mengarah kepada eksploitasi, tetapi lebih kepada kecerdasan, kepedulian, dan ketanggapan.

''Jadi bukan kontestasi kecantikan-kecantikannya,'' katanya.

TGB berharap polemik tersebut tidak dibesar-besarkan. Namun, hendaknya peristiwa itu menjadi koreksi semua pihak, terutama buat penyelenggara.

''Kontes apa pun namanya, kalau ada nuansa merepresentasikan daerah hendaknya disepakati, dibicarakan dulu dengan pemerintah daerah, ada dinas pariwisata dan stake holder lain di dalamnya. Jadi saya pikir kita semua saling menghargai. Tapi pada intinya tidak usah diperpanjang lagi,'' katanya.

Sejak memenangkan Miss Indonesia 2017 yang digelar 22 April 2017 malam hari di Jakarta, sosok Achintya Holte Nilsen menuai pro-kontra di tengah masyarakat NTB. Apakah betul-betul mewakili masyarakat NTB, dan bagaimana proses serta tahapan hingga bisa mengatasnamakan NTB. Achintya Nilsen berdarah campuran Bali dan Norwegia dan besar serta bermukim di Bali.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum
wwwwww