Kisruh Liga Gojek-Traveloka, Borneo FC: Tak Ada Bus, Taksi pun Jadi

Kisruh Liga Gojek-Traveloka, Borneo FC: Tak Ada Bus, Taksi pun Jadi
Pemain Borneo FC saat memekai Taxi ke Stadion Jakabaring Palembang. (istimewa)
Minggu, 23 April 2017 14:47 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PALEMBANG - "Liga Baru, Semangat Baru". Begitu jargon yang melekat kepada Gojek Traveloka Liga 1. Mengusung semangat pembaharuan, kompetisi level tertinggi Tanah Air ini digadang-gadang akan menambal berbagai kekurangan dari edisi-edisi sebelumnya.

Berbagai "terobosan" coba dilakukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk semakin menyemarakkan liga. Mulai dari kebijakan marquee player hingga pergantian maksimal lima pemain dalam satu pertandingan--yang melanggar Law of The Game FIFA.

Namun, apa daya. Jauh panggang dari api. Niat mereformasi persepakbolaan nasional memang tak akan pernah mudah sama sekali.

Hanya dalam dua pekan perdana, berbagai masalah menghantam Liga 1. Persoalan Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) para pemain asing mengemuka bahkan sejak pekan perdana. Belum hilang masalah tersebut, kini muncul problematika baru. Apa itu?

Cerita sendu kali ini terdengar dari Palembang, Sumatera Selatan. Kejadian miris harus dialami Borneo FC ketika hendak berlaga melawan Sriwijaya FC dalam pertandingan pekan kedua Liga 1 di Stadion Jakabaring, Sabtu (22/4/2017).

Semua bermula saat pemain dan ofisial klub asal Samarinda ini akan berangkat menuju stadion. Umumnya, sebagai tim tamu, mereka dijemput menggunakan bus yang sudah disediakan oleh panitia pelaksana (panpel) tuan rumah.

Nah, di sini letak masalahnya. Bus itu ternyata tak kunjung datang hingga satu jam menjelang kick-off pada pukul 15.00 WIB. Padahal, mereka harus tiba di stadion selambat-lambatnya setengah jam sebelum sepak mula.

Lantas, apa yang dilakukan manajemen tim? Akhirnya, mereka memutuskan untuk menyewa taksi guna mengangkut seluruh pemain dan ofisial menuju stadion.

Dalam video melalui akun Twitter @PusamaniaBorneo, terlihat pemain dan ofisial Borneo FC diangkut menggunakan taksi dari hotel tempat mereka menginap. Pemain senior Borneo FC, Ponaryo Astaman, terlihat geleng-geleng kepala menyikapi situasi yang terjadi. Sementara, pemain lainnya tersenyum kecut ketika membuka pintu taksi.

"Waduh, bahaya ini, lihat-lihat, masa kita naik taksi ke stadion," ujar striker Borneo FC, Patrich Wanggai, dalam video yang diunggah lewat akun Twitter pemain lainnya, Sultan Sama.

Entah berpengaruh atau tidak dengan kejadian itu, Borneo FC harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor tipis 0-1. Satu-satunya gol bagi tuan rumah dicetak melalui tendangan bebas Hilton Moreira pada menit kesembilan.

Jika merujuk kepada jargon "Liga Baru, Semangat Baru", mungkin maksudnya adalah tetap semangat menerima apapun kondisinya. Ya, termasuk kalau ke stadion naik taksi. ***
loading...
Sumber:kumparan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Olahraga
wwwwww