Penembakan Brutal Mobil Keluarga di Sumsel, DPR Desak Kapolri Pecat Anggotanya

Penembakan Brutal Mobil Keluarga di Sumsel, DPR Desak Kapolri Pecat Anggotanya
Istimewa.
Rabu, 19 April 2017 11:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil mengutuk aksi koboi oknum polisi di Sumatera Selatan yang memberondong mobil yang ditumpangi satu keluarga sehingga menyebabkan satu orang tewas dan lima lainnya kritis.

"Ini menunjukkan bahwa mindset polisi tidak berubah dan layak dipecat tidak hormat," ujar Nasir kepada GoNews.co, Rabu (19/4/2017).

Karena itu, Nasir Djamil mendesak Kapolri Tito Karnavian agar segera mencopot Kapolda Sumsel dan Kapolres Lubuk Linggau.

"Pencopotan ini adalah bentuk tanggungjawab struktural dan moral Kapolri utk menyelamatkan jargon profesionalisme, moderen dan terpercaya," tukasnya.

Masih kata Djamil, para korban diperlakukan seperti teroris, padahal mereka akan pergi ke undangan. "Ini sejarah kelam dan gelap dunia kepolisian kita," ujar Nasir Djamil.

Untuk diketahui, pada saat Razia Cipta Kondisi yang digelar gabungan  Polres Lubuklinggau dan Polsek Timur I Kota Lubuklinggau, Selasa, 18 April 2017, memakan korban jiwa dan luka-luka.

Para korban merupakan warga Desa Blitar, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Mereka menjadi sasaran berondongan tembakan yang dilakukan polisi.

Kapolres Rejang Lebong Ajun Komisaris Besar Napitupulu Yogi Yusup membenarkan ada satu korban tewas bernama Surini, 50 tahun, dalam peristiwa itu. "Iya benar, satu korban tewas asal Rejang Lebong dan telah dimakamkan sore tadi," kata Napitupulu.

Napitupulu mengaku tidak tahu persis kejadian yang memakan korban jiwa  tersebut karena bukan masuk wilayah Kota Lubuklinggau. "Kami hanya mengurus warga kami yang menjadi korban, info lengkapnya silakan ke Polres Lubuklinggau," ujar Napitupulu.

Insiden penembakan itu bermula saat  razia Cipta Kondisi  pukul 10.00 di pertigaan Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggau Timur I. Sekitar pukul 11.30, sebuah sedan merk Honda City warna hitam bernomor polisi BG-1488-ON berisikan delapan orang melintas dari arah Mesat Seni menuju Bandara Silampari.

Ketika hendak diberhentikan, mobil tersebut terus melaju dan mencoba menabrak anggota yang sedang melakukan razia. Anggota polisi  mengambil inisiatif untuk mengejar. Setibanya di Jalan SMB II Kelurahan Margamulya ada anggota Polres Lubuklinggau yang mengejar dan melakukan penembakan sebanyak 10 kali.

Adapun identitas korban yang mengalami luka tembak yakni Dewi Erlina,  40 tahun,  tertembak bahu kiri atas. Ia warga  Dusun 4 Desa Blitar Muka, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong. Korban kedua ialah Novianti, 30 tahun, warga Kelurahan Karya Bakti, Lubuklinggau Timur I, mengalami luka tembak di pundak kanan. Genta, 2 tahun, tertembak kepala bagian samping kiri.

Surini, 54 tahun, warga Desa Blitar  tewas tertembak sebanyak 3 kali di bagian dada. Selanjutnya ialah Indra, 33 tahun, warga Desa Blitar, tertembak leher bagian depan dan dalam kondisi kritis. Korban terakhir ialah Diki 30 tahun, supir, tertembak bagian perut kiri. Sekitar pukul 17.40 Indra dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis. ***
loading...
wwwwww